Connect with us

Pemilu

Dua ASN Cilegon Diduga Terlibat Politik Praktis, BKPP : Bisa Penurunan Pangkat

Published

on

Dua ASN Cilegon ditemukan Bawaslu tidak bersikap netral pada pemilu 2019. Kepala BKPP Cilegon menyebutkan sangsi untuk ASN yang terbukti terlibat politik praktis tergantung dari bobot pelanggaran, namun bisa saja penurunan pangkat. (Dok.BantenHits).

Cilegon– Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Banten menemukan 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) diligkungan Pemerintah Provinsi Banten tidak bersikap netral pada Pemilu serentak 2019. Dua diantaranya merupakan ASN dilingkungan pemerintah kota Cilegon.

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon akan memberi sanksi jika ASN terbukti tak netral dalam Pemilu 2019. Sanksi yang di berikan kepada ASN tersebut bisa berupa penurunan pangkat dan teguran tergantung bobot pelanggarannya.

“Ya kita lihat nanti pelanggarannya apa, kalau pelanggarannya berat sanksinya mungkin bisa penurunan pangkat arau teguran apa gitu,” ujar kepala BKPP Kota Cilegon, Mahmudin kepada wartawan, Kamis, 14 Februari 2019.

Menurutnya hingga saat ini BKPP belum menerima surat pemberitahuan atau rekomendasi dari Bawaslu Banten terkait temuan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN tersebut. Selain itu pihaknya juga belum mengetahui identitas ASN yang kedapatan melakukan pelanggaran Pemilu 2019″Ya kan itu ranahnya Bawaslu. Nanti kita tunggu hasil investigasi atau rekomendasi Bawaslu apa, kan ranahnya Bawaslu nanti Bawaslu yang menginvestigasi,”katanya.

Sementara saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Cilegon, Sari Suryati menyerahkan proses temuan tersebut kepada Bawaslu selaku lembaga yang punya otoritas atas kasus tersebut.

“Kalau itu biarkan lah mekanisme dengan Bawaslu tapi kita juga punya mekanisme, tapi kita juga sudah memberikan edaran kepada seluruh ASN tentang netralitas dan laim sebagainya,”tandasnya.

Editor : Fariz Abdullah

Trending