Connect with us

Pemilu

Terungkap Tujuh Pernyataan Jokowi di Debat Capres Tak Sesuai Fakta, #JokowiBohongLagi Ramai di Twitter

Published

on

PERINGATAN HKN BERSAMA PRESIDEN, MENKES RI 1_14

Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Menkes Nila F Moeloek dan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah senam bersama saat peringatan Hari Kesehatan Nasional di Puspemkot Tangerang. (FOTO: Humas Pemkot Tangerang)

Tangerang – Debat Capres kedua digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu malam, 17 Februari 2019. Debat mengusung tema mengenai energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Hanya berselang beberapa saat setelah Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo berdebat, Cek Fakta yang dilakukan kolaborasi 24 media online bersama Google dan sejumlah lembaga berhasil menelusuri kebenaran pernyataan kandidat saat debat.

Penelusuran BantenHits.com, sedikitnya ada tujuh pernyataan Jokowi setelah ditelusuri Cek Fakta ternyata tidak sesuai kenyataan alias salah.

Terungkapnya pernyataan-pernyataan Jokowi yang tak sesuai fakta, memunculkan reaksi warganet. Dikutip dari tribunnews. com, reaksi warga maya telah memunculkan #JokowiBohongLagi. Bahkan tagar tersebut hingga Senin pagi, 18 Februari 2019 jadi trending topic di Twitter.

Berikut tujuh pernyataan Jokowi yang tak sesuai fakta:

1. Import Beras Menurun

Dalam salah satu bagian Debat Pilpres 2019 bagian kedua, Minggu malam, 17 Februari 2019, capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi, menanggapi pertanyaan capres nomor 02 Prabowo Subianto terkait impor hasil pertanian. Menurutnya, sejak 2014 impor beras mengalami penurunan.

Berdasarkan Cek Fakta suara.com, data BPS menunjukkan pernyataan Jokowi bahwa sejak 2014 sampai sekarang impor beras Indonesia turun, itu tidaklah tepat alias salah, baik dari segi volume (berat bersih) maupun dari segi nilainya.

2.Impor Jagung Turun Signifikan

Jokowi dalam Debat Capres Putaran Kedua, Minggu 17 Februari 2019, mengklaim bahwa impor jagung turun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu ada pencapaian signifikan produksi jagung nasional.

BACA :  Zaki Optimis Jokowi-Ma'ruf Amin Menang di Tangerang

Berdasarkan Cek Fakta viva.co.id, klaim Jokowi yang menyebut 187 ton impor jagung pada 2018 tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan BPS yakni 481.471 ton, juga tak sesuai hasil penelitian AURIGA yang menyebutkan import jagung pada 2018 sebesar 878 ribu ton.

3.Sudah Tak Ada Kebakaran Hutan

Dalam Debat Kedua Pilpres 2019 pada segmen pertama Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo menyebutkan kebakaran hutan dan kebakaran lahan gambut tidak terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Cek Fakta kumparan.com menunjukkan, berdasarkan laporan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) seperti dilansir pada 2018 terdapat 3.427 titik api yang berasal dari lahan gambut. Sementara itu, secara keseluruhan total titik api berjumlah 8.617 pada tahun yang sama.

Sementara itu, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 4.666,39 Ha pada 2018 dari seluruh provinsi Indonesia.

Fakta soal masih terjadinya kebakaran hutan juga diungkapkan Green Peace Indonesia atau GPI melalui aku twitternya. Menurut GPI sejak tragedi kebakaran hutan terbesar 2015, kebakaran hutan dan lahan terus terjadi setiap tahunnya hingga sekarang.

4. Rehabilitasi Bekas Galian Tambang

Dalam debat segmen keempat antara capres petahana Jokowi dengan penantangnya Prabowo Subianto diulas soal rehabilitasi bekas galian tambang.

Jokowi menyebut, banyak sekali yang telah dikerjakan terkait penyelamatan lingkungan, di samping penegakan hukum.

Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Adhityani Putri dari Yayasan Indonesia Cerah mengatakan, PT Bukit Asam memang telah menghijaukan kembali area pasca tambang IUP Air Laya dan IUP Bangko di Sumatera Selatan. Taman Hutan Raya (Tahura) di Muara Enim seluas 5.394 hektar yang dibangun sejak tahun 2016.

BACA :  Bawaslu Pandeglang Pastikan Hampir Seluruh Kotak Suara di Desa Kalang Anyar Terbuka

“Permasalahannya adalah bahwa hutan ini belum dilakukan untuk memulihkan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Pohon yang ditanam adalah pohon ciru dan akasia, yang merupakan pohon yang tumbuh cepat tetapi tidak bisa memulihkan ekosistem sebelum tambang,” kata dia.

5. Dana Desa Sudah Dikucurkan Rp 186 Triliun

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengaku telah menggelontorkan Rp187 triliun dana desa dalam tiga tahun terakhir. Dari dana itu sudah terbangun 191 kilometer jalan desa yang bermanfaat untuk ppertania

Berdasarkan penelusuran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) seperti dilansir viva.co.id, Dana Desa digelontorkan sebanyak Rp 46,7 T (2015), Rp 59,8 T (2016), Rp 60 T (2017), Rp 60 T (2018), Rp 70 T (2019). Jika ditotal, angkanya mencapai Rp 296,5 triliun.

Namun, Sekjen FITRA Misbahul Hasan mengatakan, potensi kebocorannya cukup tinggi, yakni Rp40,6 miliar selama empat tahun terakhir. Data itu didapat dari APBN 2015-2019 dan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, menurut peneliti dari LSM Auriga, Iqbal Damanik, dana desa yang sudah dialokasikan dari 2015-2019, mencapai Rp187 triliun. Namun, dampak terhadap penurunan angka kemiskinan di pedesaan masih kurang maksimal, angka kemiskinan di pedesaan masih 13,1 persen.

“Angka itu masih jauh lebih tinggi dibanding angka kemiskinan nasional yang mencapai 9,6 persen,” kata Iqbal mengutip data BPS, 2018.

6. Prabowo Kuasai Ratusan Hektar Lahan

BACA :  Relawan Jokowi Bagi-bagi Kacamata Baca di Jawilan Serang

Joko Widodo dalam debat Capres Kedua sempat menyindir lawannya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, soal lahan hutan yang dimiliki mantan Pangkostrad itu.

Kata Jokowi dalam debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019, Prabowo memiliki lahan 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan dan sebanyak 120 ribu hektare di Aceh.

Dikutip dari viva.co.id, Prabowo di akhir debat mengakui soal kepemilikan lahan ini. Namun ia memastikan lahan tersebut berupa Hak Guna Usaha alias HGU, yang sewaktu-waktu bisa dikembalikannya ke negara. Berapa banyak luasnya ia tidak sebutkan.

“Tadi disinggung tentang tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat. Itu benar, tapi itu adalah HGU. Itu adalah milik negara. Jadi, setiap saat, setiap saat negara bisa ambil kembali. Dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua. Tapi dari pada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot,” kata Prabowo.

7.Jokowi Klaim Sudah Tak Ada Konflik Agraria

Jokowi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur 191 ribu kilometer jalan-jalan di desa hakikatnya untuk kepentingan rakyat di bawah. Selama 4,5 tahun pembangunan infrastruktur tak menimbulkan konflik pembebasan lahan, karena pemerintah menerapkan ganti untung bukan ganti rugi.

Dalam penelusuran Cek Fakta viva.co.id, penelilti Auriga, Iqbal Damanik mengungkap, berdasarkan catatan tahunan Konsorsium Pembaruan Agraria 2017 maupun 2018, konflik akibat infrastruktur justru menempati posisi ketiga ketimbang pembangunan di bidang SDA lainnya.

Selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK (2015-2017), telah terjadi sebanyak 1.361 letusan konflik agraria. Sementara tahun 2018 konflik lahan terkait infrastrukut dicatat sejumlah 16 kasus. Jadi total letusan konflik selama 2015-2018 ada 1.377 konflik.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler