Connect with us

Pemilu

Terlibat di Media Kolaborasi Cek Fakta, Suara.com Turut Perangi Hoax di Debat Pilpres

Published

on

Belasan Media Kolaborasi Cek Fakta berkomitmen memerangi hoax debat Pilpres 2019.

Jakarta– Sebagai salah satu media yang tergabung dalam kolaborasi Cek Fakta , Suara.com kembali turut bergabung dalam live fact-checking Debat Pilpres 2019. Tujuannya untuk membantu memerangi hoax di debat Pilpres 2019.

Dari debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, yang tayang langsung di televisi pada Minggu 17 Februari 2019 malam, puluhan klaim yang sempat disampaikan kedua capres berhasil dilakukan pengecekan fakta oleh media-media peserta kolaborasi.

Setidaknya, hingga Senin, 18 Februari 2019 dini hari WIB, sudah ada 24 hasil pengecekan fakta yang tayang di situs CekFakta.com, baik yang dikerjakan bersama-sama di kantor Google Indonesia di Pacific Century Place, Jakarta, maupun di newsroom masing-masing media. Itu belum termasuk beberapa hasil Cek Fakta lainnya yang tayang di laman media-media yang kemungkinan belum terangkum di situs kolaborasi tersebut.

BACA :  Partai Koalisi dan Relawan di Lebak Arak 'Prabowo-Sandi' Keliling Kota Rangkasbitung

Suwarjono Pemimpin Redaksi Suara.com yang juga menjabat COO PT Arkadia Digital Media Tbk mengatakan keterlibatan dalam kolaborasi Cek Fakta sudah menjadi keharusan. Sebagai media penyedia konten, semua informasi yang disampaikan ke publik harus teruji validitas, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini memang sejalan dengan semangat dan slogan kami untuk senantiasa menjadi media yang jujur, berimbang dan independen, di mana pada sisi lain kita juga resah terhadap masih maraknya peredaran hoaks,”kata Suwarjono dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits, Selasa, 19 Februari 2019.

Menurutnya, Suara.com sendiri misalnya, apda debat Capres putaran kedua menayangkan tak kurang dari 11 hasil Cek Fakta sepanjang mengikuti debat salon presiden tersebut.

Bahkan dalam debat pilpres 2019 perdana pada 17 Januari lalu pun misalnya, telah ada sederet konten Cek Fakta yang dimuat di Suara.com. Saat itu, kendati juga sudah saling berkoordinasi dalam kolaborasinya, media-media dalam wadah kerja sama ini masih melakukannya secara terpisah di newsroom masing-masing alias belum ada ruang kerja bersama.

BACA :  Hasil C1 dan DAA1 Tak Sinkron, Demokrat Cilegon Datangi Kantor KPU

Sementara Irene Jay Liu dari Google, dalam salah satu bagian sesi pelatihan Cek Fakta mengatakan selain bekerja secara bersama-sama di hari-H debat capres, ada juga pelatihan untuk penyegaran sekaligus penajaman selama dua hari, Jumat dan Sabtu, bagi para fact-checkers. Dalam pelatihan itu, para jurnalis terutama yang akan bertugas, dibekali berbagai tools dan tips untuk melakukan cek fakta, dilengkapi pula dengan sejumlah sesi latihan dan diskusi.

“Saya kira ini adalah sejarah,”kata Irene Jay Liu dari Google, dalam salah satu bagian sesi pelatihan Cek Fakta, Sabtu, 16 Februari 2019.

Untuk diketahui beberapa media arus utama yang mengikuti program ini, selain Suara.com, antara lain adalah Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, Viva.co.id, Liputan6.com, Merdeka.com, KBR.id, The Jakarta Post, Kontan, Beritasatu.com, Media Indonesia (Medcom), Times Indonesia, The Conversation, Kabar Medan, Kabar Makassar dan RiauOnline.

BACA :  Sindir Empat Tahun Kepemimpinan Jokowi, Sandi: Sudah Diborgol dan Pakai Rompi Korupsi Terus Lanjut

Selain itu, kerja sama ini juga mendapat dukungan penuh Google News Initiative, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan FirstDraft. Hadir pula di lokasi kerja bersama kali ini sejumlah narasumber dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Auriga Nusantara dan Center for Energy Research Asia (CERA). Kolaborasi ini juga didukung PT Bahasa Kita lewat produk Notula yang merupakan program transkripsi lisan (percakapan) ke bentuk teks secara realtime.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler