Connect with us

METROPOLITAN

Sekda Kabupaten Pandeglang Catat Rp. 26,5 Miliar Dana Hibah Tahun 2018 Belum di Laporkan

Published

on

Sekda Kabupaten Pandeglang Fery Hasanudin. (Dok BantenHits).

Pandeglang– Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Pandeglang Fery Hasanudin mencatat sedikitnya Rp. 26,5 miliar dana hibah dari APBD tahun 2018 yang digelontorkan pemerintah belum di laporkan.

Padahal, dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH), para penerima harus menyampaikan laporannya paling lambat tanggal 28 Desember 2018.

“Kalau laporan itu tidak segera diselesaikan, maka akan menjadi catatan BPK yang bisa memengaruhi penilaian atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD),”kata Fery kepada awak media, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Pandeglang tengah berupaya mendesak setiap penerima dana hibah agar menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban.

“Saya sudah surati para penerima hibah agar segera menyelesaikan LPJ nya,”ucapnya.

Kata Fery, pemeriksaan BPK sudah dimulai sejak tanggal 28 Januari lalu dan akan berakhir ditanggal 8 Maret. Oleh karena itu, Pemkab memberi waktu bagi penerima agar menyampaikannya paling lambat tanggal 22 Februari 2019.

“Kalau tidak memenuhi, akan menjadi catatan BPK sehingga memengaruhi penilaian laporan keuangan daerah. Jika tidak menyelesaikan laporan, bisa saja tidak akan dikasih hibah lagi,” jelas Fery.

Lambatnya penyusuan LPJ oleh penerima hibah ini, diduga lantaran proses pencairannya dilakukan jelang akhir tahun. Namun Fery menolak alasan tersebut. Karena ia berdalih bila penyerahan yang mendekati pergantian tahun, karena Pemkab harus memverifikasi dan validasi terlebih dahulu proposal yang diajukan.

“Bukan (karena penyalurannya menjelang akhir tahun). Karena hibah itu disalurkan ada yang awal tahun, pertengahan tahun, dan akhir tahun. Kalaupun ada yang diujung (tahun), karena kita ingin tahu mana proposalnya, diverifikasi dulu betul tidak,”tambahnya.

Untuk diketahui, adapun Ribuan penerima hibah itu masuk dalam 16 klasifikasi penerima. Misalnya saja kategori MDTA, yang dialokasikan bagi 867 penerima dengan jumlah dana hibah sebesar Rp5,9 miliar. Kemudian BOP PAUD senilai Rp10,5 miliar.

Lalu 130 lembaga keagamaan Rp1,16 miliar. Belum termasuk hibah untuk lembaga lain seperti Majelis Ulama Indonesia, LPTQ, FKUB, Koni, dan Pepabri.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending