Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Pandeglang Larang Masyarakat Beraktivitas di Lereng Gunung Pulosari

Published

on

Ilustrasi. Pemkab Pandeglang melarang warga untuk beraktivitas di lereng Gunung Pulosari. 

Pandeglang– Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melarang warga untuk tidak melakukan aktivitas di lereng Gunung Pulosari. Menyusul adanya bencana longsor yang menyebabkan salah satu warga setempat meregang nyawa.

Baca Juga: Gunung Pulosari Pandeglang Longsor, Satu Warga Dilaporkan Tewas Tertimbun

“Kita harap warga tidak melakukan aktivitas berkebun di lereng Gunung Pulosari. Yang terbaik bagi kita ialah untuk tetap waspada dalam menghadapi cuaca yang kurang menentu ini,”kata Endan Permana Kasi Damkar Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Pandeglang, Sabtu, 23 Februari 2019.

Senada dikatakan Perum Perhutani. Pihaknya meminta  warga yang berada di lokasi kaki gunung Pulosari untuk tetap wasapada mengingat cuaca saat ini cenderung berubah-ubah.

BACA :  Perda Adat Buka Peluang Asing Kuras Kekayaan Alam di Lebak?

“Jarak pemukiman warga dengan lokasi longsor memang jauh, tapi warga harus tetap waspada,” kata Kuswana salah seorang perugas Perhutani.

Menurut Kusmana jika dilihat dari area yang terkena dampak longsoran kurang lebih memiliki tinggi 100 meter dan lebar 5 lima meter, dari lokasi lonsor ke pemukiman warga yang jaraknya tergolong sangat jauh.

“Untuk tinggi longsoran diperkirakan 100 Meter dan lebar 5 meter,  kepemukiman warga sangatlah jauh dari kejadian longsor,”jelasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler