Connect with us

METROPOLITAN

Zaki Cemas Angka DBD di Kabupaten Tangerang Naik Signifikan

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ketika menggelar rapat bersama Forkopimda. Zaki mulai khawatir mengenai angka DBD yang mengalami kenaikan cukup signifikan di Kabupaten Tangerang. (Geri Bermara/BantenHits).

Tangerang– Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mulai mengkhawatirkan kondisi penyakit Demam Berdarah Dongue atau DBD di Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pasalnya, sejak awal tahun 2019 tercatat telah terjadi 73 kasus yang tersebar di 3 Kecamatan Kabupaten Tangerang. Detailnya di Kecamatan Panongan sebanyak 33 kasus, Legok 22 kasus, dan Solear sebanyak 18 kasus.

“Paling tidak, meski belum menjadi KLB kasus DBD harus benar-benar diminimalisir, karena musim hujan masih akan berlanjut mudah-mudahan kasus DBD bisa segera ditanggulangi dan dicegah jangan sampai terjadi peningkatan kembali”kata Zaki saat menggelar rapat dengan Forkopimda di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu, 27 Februari 2019.

Zaki mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dan menangani kasus DBD yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Ini harus ada tindak lanjut dan penanganan yang serius dengan sosialisasi kepada masyarakat,”akunya.

Baca Juga: Camat Rangkasbitung Imbau Warga Waspada Wabah DBD

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana mengatakan, sebaran kasus DBD tertinggi di Kabupaten Tangerang berdasarkan lokasi, yakni di Kecamatan Panongan sebanyak 33 kasus, Legok 22 kasus, dan Solear sebanyak 18 kasus.

“Untuk itu, masyarakat harus terus diberi pemahaman tentang DBD dan nyamuk Aedes Aegypti,”ucapnya.

Menurut Desiriana, Bupati Zaki telah menyiapkan beberapa program untuk pengurangan masalah sampah di Kabupaten Tangerang yang dinilai menjadi salah satu pemicu bersarangnya nyamuk DBD mulai dari dalam lingkungan Pemda yang sudah mulai dengan mengurangi penggunaan kotak snack dan kotak nasi untuk rapat, dan adanya program Kurasakan (Kurangi Sampah Sekitar Kantor), dan nantinya akan ada juga program Kurasaki (Kurangi Sampah Sekitar Sekolah).

“Tentunya program-program kita dalam rangka mengurangi sampah bisa berjalan dengan efektif sehingga nantinya persoalan sampah bisa benar-benar kita atasi dan tanggulangi,” tutupnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending