Connect with us

METROPOLITAN

Pemerintah ‘Ngeles’ Terus Ditagih Janji Bantuan Kapal, Nelayan Korban Tsunami Banten Lakukan Ini

Published

on

Nelayan pandeglang korban tsunami

Nelayan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang menjadi korban tsunami menagih janji bantuan kapal. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Puluhan nelayan korban tsunami Banten di Desa Teluk,  Kecamatan Labuan,  Kabupaten Pandeglang,  menagih janji bantuan kapal dari pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan nelayan saat menggelar aksi tabur bunga pada bangkai kapal yang rusak, Jumat, 1 Maret 2019.

Para nelayan mengaku, bantuan kapal sangat mereka butuhkan. Pasalnya, sudah dia bulan lebih pasca-tsunami, nelayan belum bisa melaut. Nelayan juga mengaku kesal,  karena pemerintah tak pernah memberi kepastian soal bantuan kapal untuk nelayan ini.

Masdi, salah seorang nelayan di Desa Teluk mengatakan, berpuluh-puluh tahun merintis usaha menjadi nelayan,  harapannya hanya ingin dapat memiliki kapal.  Namun, harapan yang sudah terwujud saat ini sirna. Satu-satunya yang ia miliki sudah hancur akibat terkena gelombang tinggi tsunami.

“Saya ini mau minta kepastian dari pemerintah, kita pengen hidup kembali. Saya juga pengen nyekolahin anak, biar pintar-pintar kaya pejabat. Saya pengen (punya kapal lagi), saya cuma punya kapal satu dan sudah hancur,” kata Masdi. 

Tak adanya kepastian bantuan kapal, membuat Masdi dan nelayan di Desa Teluk merasa kebingungan untuk mencari penghidupan di laut. Mereka merasa kurang sreg bekerja di darat, mengingatkeahliannya hanya bisa melaut saja.

“Saya harus mencari usaha ke mana, keahlian saya nelayan. Selama ini untuk mencukupi keluarga saya dari hasil nelayan, ke depannya gimana,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan tindakan dan membantu para nelayan, agar dapat kembali beraktivitas melaut.

“Kami masyarakat nelayan minta bantuan dari pemerintah. Harus ada kepastian! Jangan cuma bulan ini atau bulan itu, sudah didata tapi gak jelas tanggapan dari atas (pemerintah-red) belum ada responnya,” tandasnya.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending