Connect with us

METROPOLITAN

243 Honorer Ngadu ke DPRD Lebak Desak Penambahan Kuota Rekrutmen P3K

Published

on

243 honorer Kabupaten Lebak ketika mendatangi kantor DPRD Lebak mendesak penambahan kuota P3K. (Istimewa).

Lebak– Sebanyak 243 honorer di Kabupaten Lebak mendatangi kantor DPRD Kabupaten Lebak, Jumat, 1 Maret 2019. Kedatangan honorer tidak lain untuk mendesak penambahan kuota pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K.

Baca Juga: Rekrutmen PPPK, 625 Honorer di Kabupaten Lebak Ikut Tahap Seleksi CAT UNBK

Ketua Forum Honorer K2 Ade Buchori mengatakan 243 tenaga honorer K2 yang saat ini mendatangi DPRD Lebak telah mengikuti seleksi P3K namun gagal lantaran kuota yang disiapkan hanya 100 formasi.

“Kawan-kawan ikut seleksi P3K dan lolos sebanyak 243 orang. Kami minta semua ini diangkat P3K meskipun kuota 100, untuk masalah anggaran itu pemda dengan DPRD, makanya kami ke sini untuk menyampaikan aspirasi yang mudah-mudahan dapat direalisasikan,”kata Ade kepada awak media.

BACA :  Irna Sebut Aplikasi Smart City Bisa Pangkas Birokrasi di Pandeglang

Sementara ketua Komisi III DPRD Lebak Rudi Kurniawan mengaku telah memiliki rencana agar 243 tenaga K2 bisa diangakt P3K salah satunya dengan melakukan pemangkasan belanja langsung infrastruktur  tahun anggaran 2019.

“Pemangkasan belanja langsung baru sekedar wacana. Untuk memperjuangkan nasib honorer K2,”katanya.

Menurut Rudi, honorer K2 menyampaikan aspirasi mengenai nasib tentang pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Kami apresiasi, kami akan melakukan ikhtiar bisa menyelesaikan persoalan nasib 1319 honorer K2. Komisi III akan ikhtiar pertimbangannya ada umur sudah 50 tahun itu harua sudah mendapatkan status jelas,”katanya.

Sementara Kabid Pembinaan dan Data Informasi BKPP Kabupaten Lebak Fuad Lutfi menuturkan, formasi P3K Kabupaten Lebak sanggupnya 100 formasi,”100 formasi ini disesuaikan kesanggupan APBD Lebak,”kata Fuad ketika dihubungi BantenHits, Sabtu, 2 Maret 2019.

BACA :  Polresta Tangerang Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba ke Sekolah

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler