Connect with us

METROPOLITAN

Soroti Pernyataan Jokowi, Amnesty Internasional: Selama Ini Tindakan Atas Nama Pancasila Sangat Manipulatif

Published

on

PERINGATAN HKN BERSAMA PRESIDEN, MENKES RI 1_14

Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Menkes Nila F Moeloek dan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah senam bersama saat peringatan Hari Kesehatan Nasional di Puspemkot Tangerang. (FOTO: Humas Pemkot Tangerang)

Jakarta – Tindakan yang mengatasnamakan Pancasila selama ini sangat manipulatif. Selain karena tak jelas apa yang dimaksud mengancam Pancasila, tindakan pembelaan Pancasila oleh sejumlah kelompok justru bertentangan dengan nilai Pancasila.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid ketika menyoroti pernyataan Presiden Indonesia Joko Widodo alias Jokowi di hadapan anggota Ormas Pemuda Pancasila, Minggu, 3 Maret 2019.

Dikutip dari tirto.id, ucapan presiden sekaligus capres 01 Jokowi yang menyebut siapa pun yang bertentangan dengan Pancasila akan berhadapan dengan Pemuda Pancasila, dinilai berbahaya dan tak tepat.

BACA :  Dokter RSUD dr Ajidarmo Tewas saat Sendiri di Kamar Kos, Warga Mengenal Suami Korban Kerja di Cilegon

Usman menilai organisasi masyarakat sebesar Pemuda Pancasila justru sering melakukan tindakan yang tidak mencerminkan Pancasila.

“Itu yang lebih berbahaya ketika Jokowi mengatakan atas nama Pancasila mereka akan menghadapi siapa pun anti-Pancasila akan dihadapkan ke PP. Kita tahu selama ini tindakan-tindakan atas nama Pancasila itu sangat menipulatif, tidak jelas apa yang dibeli dan dimaksud dan mengancam Pancasila,” kata Usman saat ditemui di Komnas HAM, Senin sore, 4 Maret 2019.

“Tetapi yang jelas tindakan pembelaan Pancasila itu seringkali dilakukan bertentangan dengan nilai Pancasila itu sendiri,” lanjut Usman.

Usman mengaku Amnesty Internasional Indonesia sangat kecewa dengan langkah Jokowi yang menggandeng Pemuda Pancasila untuk menjadi bagian dari relawan pemenangan Pilpres 2019. Usman menilai organisasi seperti PP kerap bermasalah dalam upaya penyelesaikan kasus HAM masa lalu.

BACA :  Arus Mudik Tinggal Sebentar, Pemkab Pandeglang Baru Data Jalan Rusak

“Cara Jokowi sangat tidak menguntungkan bagi masa depan hak asasi manusia, apalagi di dalam banyak kasus, Pemuda Pancasila seringkali ikut digunakan oleh TNI misalnya, atau kelompok-kelompok di dalam TNI yang menolak penyelesaian kasus-kasus HAM berat, 65, Talangsari, Tanjungpriok, Aceh, Trisakti, Papua,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler