Connect with us

METROPOLITAN

Pemilik Toko Kelontong di Cipondoh Tangerang Nekat Lakukan Ini demi Cinta Terlarang dengan Istri Orang

Published

on

Pembunuhan

Ilustrasi pembunuhan yang dilatari cinta terlarang.(tribunnews.com)

Tangerang – SU (40), pemilik toko kelontong di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, harus mendekam di sel tahanan Polres Sumenep setelah gelap mata akibat cinta terlarangnya dengan IS (40), seorang perempuan bersuami.

SU yang warga Desa Essang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep ditangkap di toko kelontongannya karena terjerat kasus pembunuhan bersama IS terhadap Mistoyo (45) pada Desember 2018 lalu. Mistoyo merupakan suami dari IS, warga Desa Batang-batang laok, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. IS telah lebih dulu diamankan petugas Polres Sumenep.

“IS dan SU ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda. Kalau IS sebenarnya bukan ditangkap, melainkan mengamankan diri di Polres, karena khawatir menjadi sasaran amarah keluarga suaminya,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto, Selasa 5 Maret 2019 seperti dilansir beritajatim.com.

“Saya dan anggota berangkat ke Jakarta untuk menjemput tersangka SU, pria selingkuhan IS. Dalam kasus pembunuhan Mistoyo, SU berperan sebagai penyedia sianida, racun yang dicampurkan IS ke minuman korban,” sambungnya.

BACA :  Karyawan PT Lung Cheong Brothers Keluhkan Uang Lembur yang Tak Kunjung Dibayar

Sianida Dicampur Fanta Susu dan Telur

Menurut Tego, di hadapan penyidik, IS akhirnya mengakui perbuatannya, bahwa dialah yang membubuhkan racun sianida ke minuman suaminya.

Saat itu suaminya meminta dibuatkan minuman berupa susu, fanta merah, dan telur. IS kemudian membubuhkan sianida, kemudian mengaduknya, dan menyajikan pada suaminya. IS mengaku merencanakan pembunuhan suaminya berdua dengan SU, karena ingin memuluskan perselingkuhannya.

Berdasarkan hasil uji laboratorium forensik cabang Surabaya, dalam lambung korban terdapat kandungan sianida dengan kadar 0,072 persen. Sedangkan dalam barang bukti gelas plastik yang digunakan korban untuk minum, ditemukan kandungan sianida dengan kadar 0,014 persen.

“Mereka berkenalan saat IS main ke rumah saudaranya di Talango. Saat itu tetangga SU mengenalkan IS ke SU. Kemudian SU meminta nomor HP IS, dan hubungan mereka berlanjut,” jelas Tego.

BACA :  PWI Kabupaten Tangerang: Asian Games Momen Pemkab Memperbaiki Diri

Meski baru berjalan 1 bulan, namun api asmara tampaknya telah membakar mereka berdua. Bahkan mereka mengaku sudah pernah melakukan hubungan intim 1 kali di rumah IS.

“IS dan SU ini sama-sama sudah berkeluarga dan punya anak. SU punya anak satu, berumur 15 tahun,” ungkapnya.

“Perselingkuhan antara IS dan SU tetap berlanjut, meski mereka tinggal berjauhan. Bahkan mereka berdua sepakat untuk membunuh Mistoyo, suami IS, yang dianggap sebagai penghalang cinta mereka,” lanjutnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh