Connect with us

OPINI

Caleg Dhuafa

Published

on

Ima Humairo. (Istimewa).

Serang – Tren kepemilihan caleg muda dhuafa hal ini menarik untuk di ulas. Ada beberapa caleg muda yang saat ini yang berkompetisi di pencalegan. Baik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Juga DPD RI.

Tren kepemilihan caleg dhuafa bukan hal yg tidak mungkin akan menjadi tren news di tahun ini, karena rata rata caleg muda tidak memiliki resource yang besar seperti incumbent maupun pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Kekuatan caleg muda dhuafa ini berada pada masyarakat yang sudah jenuh dengan janji janji para caleg incumbent, yang juga tidak ada realisasinya.

Selain itu diferensiasinya caleg dhuafa ini mudah menyentuh masyarakat bawah dan tradisional, tergantung kuantitas, dan kualitas silaturrahim para caleg muda dhuafa tersebut.

Pertama Sebut saja Usep Sepudin. Yang telah menjual mobil ubrugnya (goreng patut) yang sehari hari ia kendarai untuk membiayai kampanyenya. Ukuran biaya kampanye DPR RI rasanya tidak mungkin dicukupi dengan modal menjual mobil ubrugnya, yang kisaran paling tidak, ia jual seharga Rp 10 juta.

Pria kelahiran Ujung Kulon itu harus melawan para pesaingnya yang dinilai memiliki segalanya, mulai dari kekuasaan hingga kemampuan secara finansial. Akan tetapi hal itu tidak pernah menyurutkan Caleg PPP No Urut 6 Dapil Pandeglang – Lebak, untuk berjuang menuju senayan 2019, April mendatang.

Kedua Rochman Setiawan. Caleg Partai Demokrat Provinsi Banten No Urut 4 Dapil Pandeglang. Yang sehari harinya sebagai relawan sosial yang tiap hari menyapa masyarakat dan membantu pasien miskin ke rumah sakit untuk berobat. Dan ia sendiri tidak punya modal. Sedangkan kekuatan utamanya hanya silaturrahim dengan para tokoh dan masyarakat bawah.

Selain itu banyak juga caleg caleg muda dhuafa yang berkompeten dalam kepemilihan suara milenial dan tradisional. Selain masyarakat jenuh dengan incumbent. Masyarakat saat ini sudah melek informasi dari berbagai media sosial di Indonesia. Baik perkotaan maupun di kampung kampung. Juga masyarakat mudah terhipnotis dengan gaya gaya caleg muda tersebut dalam bersosialisasi. Banyak keunikan dan itu sebagai daya tarik masyarakat untuk memilih caleg muda dhuafa tersebut.

Mudah mudahan pileg tahun 2019 ini benar benar menghasilkan pemilu yang berkualitas. Dan menghasilkan Aleg Aleg Muda yang berkualitas juga. Dan mau berjuang untuk kepentingan masyarakat.

Penulis : Ima Humairo, Aktivis Sosial di Banten.

Trending