Connect with us

Pemilu

Relawan Sajojo Sebut Hoaks yang Menyerang Jokowi-Ma’ruf Cukup Masif

Published

on

Relawan Sajojo mengaku Warjok Chanel salah satu cara efektif untuk memerangi hoaks yang menyerang pasangan calon 01. (Istimewa).

Serang- Relawan Satuan Joeang Jokowi atau Sajojo menganggap berita hoaks yang tersebar di masyarakat tentang Calon Presiden Jokowi dan Maruf Amin sudah berlebihan dan menyebar di tengah masyarakat sehingga harus diluruskan. 

Mereka menilai berita hoaks akan mengoyak-ngoyak demokrasi dalam bernegara bahkan bisa merusak karakateristik budaya masyarakat.

“Entah disengaja atau tidak, informasi-informasi bohong tentang Kiyai Maruf dan Pak Jokowi tersebar  cukup massif sehingga kita harus memberikan klarifikasi,”ungkap Bahroji, inisiator Warjok Chanel usai Ngopi dan Internetan (Ngenet) bareng di Warung Sajojo Ciceri, Kota Serang, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.

Relawan Sajojo yang terdiri dari kaum milenial, kata Bahroji telah memiliki cara efektif untuk memerangi hoaks yang terus menyerang pasangan nomor urut 01. Salah satu caranya dengan mendirikan Warjok Chanel.

“Caranya kita juga menyiapkan warung kopi dan bisa internetan gratis di beberapa tempat. Selain itu kami juga membuat program-program hiburan yang melibatkan komunitas dan bisa ditonton live di chanel youtube dan fanpage facebook secara rutin,”tuturnya.

Baca Juga: Forum Bintang Sembilan Buka Pendaftaran Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin

Bahroji mengimbau agar para pendukung calon presiden menyampaikan informasi akurat  kepada publik tanpa menyebarkan  informasi-informasi bohong yang tidak etis dan hanya mengundang kebencian saja.

“Saya yakin calon Presiden masing-masing memiliki program-program terbaiknya, karena itulah sampaikan kepada publik, sehingga masyarakat tahu dan akhirnya simpatik,”imbuhnya.

Sementara Aktivis Muda Banten, yang juga pemerhati pendidikan Kang Taufik  mengapresiasi Relawan Sajojo yang telah meluncurkan kanal informasi khusus yang dikemas secara live dan kreatif untuk mengkampanyekan capres yang didukungnya mengingat disaat menjelang pilpres saat ini hoaks mulai banyak bermunculan.

“Sehingga sebetulnya, para pendukung bisa menyajikan program-program capresnya ketimbang mencari-cari peluru hoax untuk menyerang,”terangnya.

Trending