Connect with us

Pemilu

Mayoritas Pemilih Jokowi-Ma’ruf Tak Lulus SD, Prabowo-Sandi Dipilih Kalangan Terpelajar

Published

on

PERINGATAN HKN BERSAMA PRESIDEN, MENKES RI 1_14

Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Menkes Nila F Moeloek dan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah senam bersama saat peringatan Hari Kesehatan Nasional di Puspemkot Tangerang. (FOTO: Humas Pemkot Tangerang)

Tangerang – Warga dengan latar belakang pendidikan tak lulus SD, lulus SD, SMP dan SMA menjadi pemilih mayoritas pasangan Jokowi-Ma’ruf. Sebaliknya, warga dengan pendidikan di atas SMA, pernah kuliah, dan sarjana menjadi pemilih mayoritas Prabowo-Sandi.

Hal tersebut terungkap dalam hasil survei yang dirilis Konsep Indonesia (Konsepindo Research and Consulting) di Hotel Millennium Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019.

Dikutip dari suara.com, berdasarkan survei tersebut responden pemilih yang pernah kuliah merupakan pemilih pasangan Prabowo-Sandiaga dengan presentase tertinggi, yakni sebanyak 42,1 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Jokowi – Maruf Amin yang hanya 35,8 persen.

“Jadi banyak sarjana itu memilih Pak Prabowo – Sandiaga,” kata Direktur Eksekutif Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman.

Meski menang di survei kalangan terpelajar, namun dari kalangan yang berlatar belakang pendidikan tidak lulus sekolah dasar (SD), elektabilitasnya tetap unggul Jokowi – Maruf dengan presentase 54,8 persen. Sedangkan 21,9 persen lainnya memilih Prabowo – Sandiaga dan yang tidak menjawab sebanyak 23,3 persen.

Keunggulan tersebut juga berlaku untuk pemilih yang tamat SD atau sederajat, dari survei Konsepindo menunjukan pemilih Jokowi – Maruf Amin sebanyak 54 persen dan Prabowo – Sandiaga dipilih oleh 32,8 persen.

Kemudian untuk pemilih yang tamat SMP atau sederajat, Jokowi – Maruf Amin lagi-lagi unggul dengan 55,9 persen pemilih, sedangkan Prabowo – Sandiaga hanya 29,7 persen dan yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 19,1 persen.

Survei tersebut dilakukan Konsepindo sejak 17 hingga 24 Februari 2019 di 34 provinsi di Indonesia dengan 1.200 responden. Sedangkan untuk tingkat margin of error survei, di atas kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Deklarasi Alumni Perguruan Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Kelompok alumni dari beberapa sekolah hingga universitas silih berganti mendeklarasikan dukungan untuk Capres – Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin. Namun, deklarasi dukungan yang dilakukan di Pemilu 2019 dinilai tidak mampu meningkatkan elektabilitasJokowi – Ma’ruf di Pemilu 2019.

Hal tersebut diakui Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf, Ace Hasan Syadzily setelah melihat hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Konsep Indonesia.

“Kalau dari mulai SD sampai SMA kita unggul. Sementara di (kategori) yang pernah kuliah atau pernah lulus kuliah kita masih kalah,” kata Ace seperti dilansir suara.com.

Dalam survei tersebut menunjukkan kalau Jokowi – Maruf Amin kalah dari Capres – Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dari segmen responden dengan tingkat di atas SLTA atau pernah merasakan bangku kuliah.

Ace kemudian menganggap kalau deklarasi-deklarasi yang dilakukan oleh kelompok mengatasnamakan alumni sekolah ataupun universitas ternyata belum memberikan dampak positif bagi elektabilitas Jokowi – Maruf Amin.

“Tapi ya berarti memang alumni-alumni yang kita yang selama ini melakukan dukungan belum memberikan impact yang besar,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending