Connect with us

Pemilu

Peneliti LIPI Nilai Anggota Wantimpres Serang Prabowo Terlibat Penculikan Aktivis 98 Upaya Mentahkan Keputusan KPU

Published

on

Prabowo Subianto dan kucingnya bernama Bobby

Prabowo Subianto berfoto bersama kucingnya bernama Bobby. Calon presiden nomor urut 02 ini kembali diserang isu lima tahunan soal penculikan aktivis. Serangan kali ini dilakukan jenderal TNI pendukung Jokowi sekaligus anggota Wantimpres Agum Gumelar. (Foto: detik. com)

Jakarta – Langkah politik anggota Wantimpres Agum Gumelar yang menyerang Prabowo terlibat penculikan aktivis 98 dinilai sedang menyalahkan kinerja KPU. Pasalnya, KPU saat ini sudah mengesahkan Prabowo Subianto sebagai Capres 2019.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Kamis, 14 Maret 2019.

Menurut Siti Zuhro, Agum Gumelar tengah menunjukkan mosi tidak percaya ketika mengungkit kasus pelanggaran HAM berat yang diduga melibatkan calon presiden Prabowo Subianto.

BACA :  85 Anggota DPRD Banten Periode 2019-2024 Dilantik, Ini Daftarnya

“Dengan kata lain, menyalahkan kinerja dari KPU kalau dia memang melanggar HAM. Jadi mesti hati-hati,” ungkap Siti seperti dilansir JPNN.com.

Siti Zuhro menerangkan, KPU telah mengesahkan pasangan capres-cawapres 2019. Di situ, Prabowo sah secara hukum menjadi capres untuk berdampingan dengan Sandiaga Uno.

Siti mengatakan, syarat seseorang menjadi capres amat ketat. Salah satunya, seseorang harus terbebas dari masalah hukum.

“Tidak boleh mentahkan lagi. Kalau batal, panjang ceritanya. Jangan membatalkan apa yang sudah diabsahkan,” ungkap dia.

Dia berharap, semua pihak yang berkontestasi dalam pilpres 2019 harus bersifat bijak. Jangan sampai menggulirkan isu yang mendelegitimasi KPU.

“Ini yang tidak mendidik. Tidak memberikan pencerahan politik,” pungkas dia.

BACA :  Pemuda Islam Klaim Seribuan Massa dari Banten Bergerak ke Jakarta

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
1 Comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh