Connect with us

METROPOLITAN

Gelombang Protes Mahasiswa Gak Ngaruh,  Pemkab Pandeglang Takkan Jual Mobil Mewah Bupati

Published

on

FOTO Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Ahmad Dimyati Natakusma saat kunjungan kerja

Bupati Pandeglang Irna Narulita menyempatkan berfoto bersama suaminya, Ahmad Dimyati Natakusma. Irna bersama Forkopimda Pandeglang dan OPD melakukan kunjungan kerja ke Mandalika dan Bali. (Instagram/ Irna Narulita)

Pandeglang – Polemik mobil dinas mewah seharga Rp 1,9 miliar untuk bupati Pandeglang masih belum reda. Gelombang protes terus disuarakan sejumlah elemen mahasiswa dan kelompok masyarakat kritis lainnya. Lalu, seperti apa Pemkab Pandeglang merespons protes tersebut?

Pemerintah Kabupaten Pandeglang Kasi Pemberdayaan Barang Milik Daerah Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Amin Muhaemin menegaskan, tak aakan pernah menjual kembali mobil tersebut selama belum rusak.

Amin Muhaemin menjelaskan, mobil dinas diatur dalam Permendagri Nomor 19 tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Disebutkan, mobil dalam keadaan bagus tidak bisa dijual. Artinya selama, mobil tersebut masih bagus dan layak untuk di pakai tidak bisa dijual. 

BACA :  Seorang Pemuda di Sepatan Timur Tewas Ditikam, Pelakunya Diduga Teman Sendiri

“Sebetulnya bisa saja dilelang, tapi sesuai Permendagri Nomor 19 tahun 2016, minimal kendaraan itu sudah dipakai selama 7 tahun atau kondisi sudah rusak,” singkat Amin, Minggu, 17 Maret 2019.

Amin menjelaskan, untuk tahun ini BPKD akan kembali melakukan lelang kendaraan. Namun lelang tersebut tidak berlaku untuk kendaraan dinas milik Bupati. 

“Tahun ini ada 60 kendaraan roda dua dan empat yang akan dilelang. Kendaraan ini sudah rusak dan tidak lagi di pakai oleh SKPD. Kalau kendaraan dinas ibu bupati harus nunggu rusak dulu,” tandasnya.

Sebelumnya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pandeglang menggelar aksi teatrikal memprotes pembelian mobil dinas untuk bupati Pandeglang.

BACA JUGA: Waduh! Banggar DPRD Pandeglang Ngaku Kecolongan soal Pembelian Mobdin Mewah Rp. 1,9 Miliar untuk Irna Narulita

BACA :  Bunanto Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tangerang

Setelah IMM, giliran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa, Kamis, 14 Maret 2019. Mereka mendesak Irna Narulita mundur dari jabatannya.

“Turunkan Irna dari jabatannya. Kalau mau gaya jangan pakai duit rakyat,” teriak seorang mahasiswa saat berorasi di depan kantor Setda Pandeglang.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler