Connect with us

Pemilu

Pakar Bahasa Tubuh Ungkap Cara Cerdas Sandiaga Uno Identikkan Pemaparan dengan Angka Serba Dua

Published

on

Debat cawapres

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno saat debat Cawapres, Minggu malam, 17 Maret 2019.(Tangkap layar aplikasi BaBe)

Tangerang – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mencoba menjangkau alam bawah sadar penonton debat dengan mengidentikkan semua hal yang dipaparkan dengan angka serba dua.

Hal tersebut diungkapkan Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari yang sudah meraih lisensi dari Paul Ekman tentang bahasa tubuh, Ahad malam, 17 Maret 2019.

Monica seperti dilansir tempo.co menjelaskan pemaparan Sandi yang mengidentikkan dengan angka dua, yakni saat memamaparkan penyelesaian BPJS dalam 200 hari. Padahal umumnya orang akan membuat target pada 100 hari kerja.

BACA :  Jenderal TNI Pendukung Jokowi Ungkit Kasus Penculikan 98, Amnesty Internasional Nilai Hanya untuk Kepentingan Politik Elektoral

Selain itu, saat bicara soal program olahraga 22 menit per hari, Sandi membentuk gestur “V” dengan jari telunjuk dan jari tengah seperti simbol “damai”, namun agak dimiringkan.

Dari sudut pandang kesehatan, orang dianjurkan melakukan durasi minimal 150 menit setiap pekan (hitungan lima hari), jadi durasi ideal olahraga setiap hari minimal 30 menit. Agar sesuai dengan nomor yang dia inginkan, Sandi menggantinya menjadi 22 menit.

“Demi angka 2 jadi pakai emblem 22 menit, sebenarnya (durasi itu) di luar standar, ” ujar Monica yang sudah mengonfirmasi perihal itu pada dokter olahraga.

Monica melanjutkan, Sandiaga Uno menggunakan emblem dalam debat cawapres 2019 yang disiarkan langsung dari stasiun televisi. Emblem adalah salah satu tipe tipe bahasa tubuh yang digunakan untuk menyampaikan arti tertentu.

BACA :  Gemasaba Menduga Camat Cikedal Arahkan Aparatur Desa Menangkan Caleg NasDem karena Ditekan

“Misalnya OKE OCE, ada gerakan tertentu… Kenapa harus ada emblem? Untuk menjangkau bawah sadar pemirsa, orang jadi mudah mengingatnya,” jelasnya.

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno disebut berhasil mengungguli cawapres nomor urut 02 Ma’ruf Amin dalam debat cawapres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam, 17 Maret 2019.

Pakar komunikasi Effendi Ghazali menyebut, dalam debat yang mengupas soal Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Budaya ini, pernyataan yang dikeluarkan Sandiaga Uno saat debat lebih bebas dan sistematis.

BACA JUGA: Disebut Pakar Komunikasi Ungguli Debat, Sandiaga Uno Langsung Diserang Hoaks

“Harus diakui Sandi tampil lebih bebas, sistematis dalam menyampaikan, tidak ada kesan menghapal. Tidak ada kesan membaca selain mencatat. Sebaliknya dalam konteks gestur agak terlihat Maruf Amin banyak membaca. Terlihat yang satu lebih bebas,” tambahnya,” kata Effendi saat menjadi narasumber di TV One, Minggu malam.

BACA :  KPU Pandeglang Akan Lakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada Penyandang Disabilitas

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler