Connect with us

METROPOLITAN

Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Lebak Harus Melek Teknologi

Published

on

Kepala Kemenag Lebak Akhmad Tohawi ketika memberikan sambutan pada acara sinkronisasi penyuluh agama islam PNS dan Non PNS. (Istimewa).

Lebak- Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Lebak meminta seluruh penyuluh agama islam (PAI) untuk mulai memahami teknologi mengingat di era modernisasi saat ini kecanggihan teknologi sudah tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Kepala Kemenag Lebak Akhmad Tohawi mengatakan tugas penyuluh agama saat ini bertambah mengingat tahun 2019 ini merupakan tahun politik. Banyak isu hoaks yang mengaitkan dengan agama sehingga menimbulkan paradigma negatif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Isu hoaks itu harus kita tangkal, makanya penyuluh agama harus melek teknologi. Beri masyarakat oenjelasan mana yang hoaks dan mana yang fakta,”kata Tohawi saat memberikan materi pada acara sinkronisasi penyuluh PNS dan non PNS di Ponpes Maulana Yusuf, Pagelaran, Kecamatan Malingping, Rabu, 20 Maret 2019.

BACA :  Lantik 130 Dewan Hakim, Zaki Harapkan Kualitas MTQ Meningkat

Tohawi juga meminta setiap penyuluh agar bisa memahami juga mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya mengusai materi semata.

“Kalau prakteknya berhasil, ketika penyuluh memberikan pemahaman kepada masyarakat pasti akan mudah dimengerti juga oleh masyarakat,”pintanya.

Baca Juga: Gaji Penyuluh Agama Non PNS di Lebak 2019 Naik 100 Persen

Sementara ketua Panitia Ahmad Hudri mengatakan dalam sinkronisasi penyuluh PNS dan non PNS ini diikuti oleh 120 penyuluh serta pelaksana KUA yang ada di 11 Kecamatan Kabupaten Lebak.

“Kita berharap penyuluh agama ini meninhkatkan tugas dan fungsinya. Maraknya isu hoaks di media sosial juga menjadu tanggungjawab penyuluh agar bisa mengklarifikasi dan menjelaskan kepada masyarakat,”pungkasnya.

BACA :  Komnas HAM Sebut Pabrik Kembang Api yang Terbakar Sarat Ketidakadilan Buruh

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh