Connect with us

Pemilu

Sandi Tak Bisa Kampanye karena Akan Dihadang di Banyuwangi, Rocky Gerung Dilarang Hadiri Diskusi

Published

on

Lautan Jemaah Pria Menyemut Sambut Sandiaga di Masjid Raya Al Azhom

Ribuan jemaah Masjid Raya Al Azhom Kota Tangerang menyemut menyambut Sandiaga Salahudin Uno. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno terpaksa membatalkan kampanye di Tempat Pelelangan Ikan Muncar, Banyuwangi, Selasa, 19 Maret 2019. Di hari yang sama, pakar filsafat dan politik Rocky Gerung ditolak hadir dalam acara diskusi di Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum, Sumurgung, Kabupaten Tuban.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro T Subiantoro seperti dilansir dilansir viva.co.id mengatakan, sedianya Sandi dalam safari politik akan mengikuti acara jalan sehat dengan warga dan kunjungan ke TPI Muncar, Banyuwangi.

“Informasi yang kami terima dari panitia gagal atau batal,” katanya kepada wartawan di Graha Astranawa Surabaya, Jawa Timur.

Dia menjelaskan, pembatalan kehadiran Sandiaga diketahui setelah petugas Kepolisian Sektor Muncar menyerahkan surat dari Kepolisian Resor Banyuwangi pada Senin malam, 18 Maret 2019, yang menyampaikan bahwa acara di TPI tidak boleh digelar.

“Alasannya ada potensi penghadangan sehingga kemungkinan terjadi bentrokan,” kata Hendro.

Dia menuturkan, sebetulnya izin penyelenggaraan acara sudah dikantongi oleh panitia, termasuk dari pihak Kepolisian, Komisi Pemilihan Umum, dan Panitia Pengawas Pemilu. Kendati batal, Sandi tetap melaksanakan kegiatannya di tempat lain di Banyuwangi seperti menghadiri posko relawan di Muncar, Banyuwangi.

“Kegiatan Bang Sandi di Posko Banyuwangi tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara, penolakan kehadiran juga menimpa Rocky Gerung. Di hari yang sama, dia sedianya mengisi diskusi di Ponpes Yanbu’ul Ulum, Sumurgung, Kabupaten Tuban. Namun, sembilan ormas mengumumkan penolakan atas kedatangan Rocky di acara tersebut.

“Rocky Gerung langsung ke acara Bojonegoro,” kata Hendro.

Ketua panitia acara diskusi di Tuban, Rahmat, membenarkan penolakan Rocky tersebut. Ditolak ormas, pihak pesantren akhirnya memutuskan untuk membatalkan acara diskusi yang sedianya dihadiri Rocky Gerung itu.

“Alasannya untuk menjaga kondusivitas dan marwah pesantren,” tuturnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending