Connect with us

METROPOLITAN

Sebelum Beli Mobil Dinas Land Cruiser Prado Rp 1,9 Miliar, Ternyata 2017 Bupati Pandeglang Sudah Beli Vellfire

Published

on

GMNI Kabupaten Pandeglang ketika menggelar Unras memprotes pembelian mobil dinas Bupati Pandeglang Irna Narulita di depan Kantor Setda Pandeglang. Mereka menyebut Irna dan DPRD Pandeglang kongkalikong.

Pandeglang – Polemik pembelian mobil dinas mewah Bupati Pandeglang Irna Narulita Toyota Land Cruiser Prado seharga 1,9 M masih jadi perbincangan. Ternyata, sebelum meminta dibelikan Land Cruiser Prado, pada 2017 Irna sudah memiliki mobil dinas Toyota Vellfire.

Hal tersebut diungkap anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Gerindra, Rika Kartikasari dalam wawancara dengan kompas.com yang dipublish, Rabu, 20 Maret 2019. Politisi yang dikenal kritis ini mengaku heran terhadap pembelian mobil dinas bupati baru ini.

“Kalau karena untuk alasan geografis, kenapa saat pembelian mobil sebelumnya harus Toyota Vellfire, bohong kalau Bupati baru tahu medan jalan di Pandeglang seperti apa, dia kan saat kampanye pasti blusukan, suaminya juga sebelumnya menjabat bupati dua periode,” kata Rika.

BACA JUGA: Pamer Kemesraan dengan Suami saat Kunjungan Kerja, Bupati Pandeglang Disindir Aktivis soal Serapan Anggaran Rendah

Rika memandang, pembelian mobil berharga fantastis tersebut tidak elok lantaran Pandeglang baru saja diguncang musibah tsunami pada Desember 2018.

“Orang lain menyumbang untuk Pandeglang mulai dari baju hingga uang, tapi APBD Pandeglang serta merta beli mobil baru yang mahal,” kata dia.

Namun, karena sudah terlanjur dibeli, Rika hanya bisa meminta kepada Bupati Irna untuk benar-benar mengoptimalkan mobil tersebut dipakainya untuk turun ke lapangan menyambangi masyarakat.

“Turun ke masyarakat dengan niat menganggarkan pembangunan di daerah, bukan hanya kampanye terselubung,” pungkas dia.

BACA JUGA:Helikopter Prabowo Tak Diizinkan Mendarat di Alun-alun Pandeglang, Ulama Kharismatik Sebut Kebijakan Bupati Gila

Sementara, Irna yang menanggapi pembelian mobil tersebut menyebut bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kebutuhan operasional.

“Saya sampaikan semua kebutuhan operasional, dari rakyat untuk rakyat, dari peraturan Permendagri juga ada diperbolehkan, bukan berarti karena kebutuhan saya, lalu saya menuntut, tidak,” kata Irna seperti dilansir kompas.com.

Dua Tahun Pakai Mobil Pribadi

Irna mengatakan, pembelian mobil tersebut terlalu dibesar-besarkan. Padahal, selama dua tahun menjabat sebagai Bupati Pandeglang, dirinya menggunakan mobil pribadi untuk kebutuhan operasional.

“Saya dua tahun menjabat bupati, baru tahun ketiga (beli), dua tahun saya tidak pakai mobil dinas, enggak masalah buat saya. Enggak perlu, karena saya bisa pakai mobil pribadi,” ujar dia.

Bupati perempuan pertama di Pandeglang ini mengatakan, mobil dinas ini dibutuhkan bukan untuk keperluan dirinya turun ke lapangan saja, namun juga akan dipakai jika ada tamu penting lain saat datang ke Pandeglang.

Selama ini, kata dia, jika ada tamu yang berkunjung ke Pandeglang menggunakan mobil sewaan, seperti Alphard, di mana biaya perharinya mencapai Rp 1,5 juta rupiah, dan setelah dihitung lebih besar bujetnya.

“Randis (kendaraan dinas) itu bukan sesuatu yang menyalahi aturan, tapi saya tidak mau membela diri, kalau rakyat tidak setuju, saya kembalikan, saya bisa pakai mobil pribadi, tapi jangan digoreng terus untuk hal-hal yang bisa membawa Pandeglang ini tidak kondusif,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending