Connect with us

Pemilu

Diduga Sebar Fitnah dan Sentimen SARA, Relawan Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Banten

Published

on

Diduga sebar Fitnah relawan Jokowi dilaporkan ke bawaslu

Koordinator Tampung Padi Ferry Reynaldi melaporkan Relawan Jokowi-Ma’ruf yang tergabung Relawan Sayang Banten ke Bawaslu Banten karena diduga sebar fitnah dan sentimen SARA. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Relawan Jokowi-Ma’ruf yang menamakan Relawan Sayang Banten (RSB), dilaporkan Koordinator Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo Sandi (Tampung Padi) Ferry Renaldy ke Bawaslu Banten, Kamis, 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Beredar Baliho Bernuansa Provokatif, dan Merugikan Prabowo, Gerindra : Kubu 01 Ketahuan Paniknya

RSB dilaporkan atas dugaan pelanggaran PKPU No 7 tahun 2017 saat melakukan kampanye membagikan tempat makanan berisi stiker yang tidak sesuai dengan aturan PKPU di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. Stiker tersebut berisi profil Capres-cawapres yang diduga mengandung fitnah dan sentimen SARA.

“Kami menemukan di masyarakat Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang adanya pembangian tempat makanan berisi stiker yang tidak sesuai dengan aturan PKPU dan brosur yang ada unsur SARA dan fitnahnya yang ditujukan kepada capres 02,” ujar Ferry kepada awak media di Bawaslu Banten, Jalan Kelapa Dua, Kota Serang, Kamis 21 Maret 2019.

Ferry juga mempertanyakan, apakah RSB tersebut masuk atau tidak dalam organisasi ataupun tim kampanye yang ditunjuk capres 01 sebagai organisasi yang menyelenggarakan kampanye di masyarakat.

“Pembagian tempat makan itu ada hal yang harus di taati, yaitu siapa yang membagikan. Kalau RSB ditunjuk oleh tim kampanye 01 nasional silakan. Stiker juga melebihi aturan PKPU yang seharusnya 5×10 cm, ini (yang dibagikan) melebihi 20×15 cm. Terus ada brosur jelas dicetak RSB ada unsur SARS, ada agama keluarga capres 02 yang dicantumkan, ini permainan unsur SARA,” tegasnya.

BACA JUGA:Protes Bawaslu Pandeglang Turunkan Baliho Biografi Jokowi dan Prabowo yang Disebut Provokatif

Ferry melanjutkan, brosur tersebut juga mencantumkan pekerjaan capres 02 yang berisi letnan angkatan darat yang diberhentikan di tengah jalan karena terbukti melanggar kode etik tentara.

“Kalau kita bahas ini panjang karena belum jelas, kami temukan informasi bahwa pak Prabowo itu mengundurkan diri bukan di berhentikan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

1 Comment

1 Comment

  1. Dodi Natsir

    22/03/2019 at 06:21

    Yang pasang baliho cuma mau provokasi warga masyarakat Banten. Aksi Koordinator Tampung Padi yang langsung lapor ke Bawaslu tanpa ada penelusuran dan penyelidikan terlebih dulu justru itu yg diinginkan oknum yg pasang baliho tsb. Lebih baik semua pihak menahan diri dulu sampai ada informasi yg jelas, demi pilpres yg damai di Banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 15 =

Trending