Connect with us

METROPOLITAN

Polairud Polda Banten Sebut Perairan Banten Rawan di Susupi Narkoba

Published

on

Dir polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin ketika memberikan keterangan pers kepada awak media. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang – Kepolisian Air dan udara atau Polairud Polda Banten menyebut dengan panjang garis pantai yang mencapai 453,2 Kilometer perairan di tanah Jawara berpotensi untuk penyelundupan narkotika melalui jalur atau pelabuhan tikus. Salain itu, kurangnya kapal patroli yang dimiliki Polda Banten sangat dimungkinkan perairan Banten menjadi pintu masuk bagi para penyelundup memasukan barang haramnya.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis Sabu-sabu seberat 11 kilogram di Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang pada Februari 2019 lalu oleh BNN, Ditjen Bea Cukai dan Otoritas Pelabuhan Laut Banten.

BACA :  Hasil Lelang Dibayar Kontan, Nelayan Labuan Kegirangan

Baca Juga: SIPI Tak Kunjung Terbit, Nelayan Pandeglang Pilih Tak Melaut karena Takut Razia Polairud

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin tidak menampik jika perairan Banten sangat rawan di susupi barang haram oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Tentunya punya potensi, kami sudah memaksimalkan kapal-kapal patroli kami untuk melakukan pengawasan. Tetapi dengan garis pantai 453,2 kilometer dan kami hanya punya 16 kapal dan itupun tipe C2 yang paling besar, mampu tidak? Tentu ada peluang untuk kesitu (Penyelundupan-Red),”kata Nunung ditemui pada kegiatan pelantikan DPW TTKKDH di salah satu tempat wisata air di Kecamatan Mandalawangi, Selasa, 20 Maret 2019.

Menurutnya,  perairan yang cukup rawan dijadikan pintu masuk oleh para pemain Narkotika yakni daerah Banten Selatan.

BACA :  UPT Pendidikan Warung Gunung Panggil Guru Mesum di Lebak

Nunung mengakui jika ombak di perairan Banten Selatan menjadi salah satu kendala pengawasan di perairan tersebut.

“Yang berpotensi tentu wilayah selatan yang ombaknya besar kami punya kapal patroli C2 yang paling besar. Kami tentu tidak berani artinya begini keselamatan anggota pun kami utamakan, jangan memaksakan diri ketika cuaca tidak memungkinkan dan mungkin kapal mereka kapal besar. Sementara di wilayah lain kami sudah mencoba mencounter itu dengan patroli kapal-kapal,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler