Connect with us

Pemilu

Ustaz Temen Ngopi Gubernur Banten Bikin Surat Terbuka soal Pemecatan Enam Guru yang Pose Dua Jari, Isinya Jleb Banget

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan kondisi Jalan Siliwangi yang mangkrak seusai mendampingi Jokowi. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangerang – Enam guru honorer di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang, dipecat setelah video mereka berpose dua jari viral di media sosial.

Kepala BKD Banten Komarudin mengatakan, keenam guru honorer tersebut dipecat karena sudah terbukti melakukan politis praktis di lembaga pendidikan dan menggunakan seragam beratribut Pemprov Banten.

BACA JUGA: Enam Guru di Banten Dipecat karena Pose Jari Prabowo-Sandi, Foto Gubernur di Billboard Jokowi-Ma’ruf Lolos Sanksi

Pemecatan enam guru ini menuai respons dari sejumlah pihak, salah satunya Ustaz Buchori Alfarobi. Pria yang sama-sama berasal dari Kecamatan Pinang, Kota Tangerang seperti Gubernur Banten Wahidin Halim ini menyampaikan respons atas pemecatan tersebut melalui surat terbuka yang beredar berantai di grup Whatsapp.

Pria yang pernah membuat geger melalui akun YouTube saat Banser menghina FPI di Surabaya ini menyampaikan pemecatan enam guru oleh Pemprov Banten terlalu berlebihan.

BACA JUGA: Pengurus MUI di Kota Tangerang ‘Pasang Badan’ untuk FPI yang Dihina Pria Berseragam Banser di Surabaya

“Saya meyakini bahwa langkah yang diambil dinas terkait adalah terlalu terburu buru bahkan cenderung gegabah..karena seharusnya diberi peringatan terlebih dahulu atau minimal ada sangsi yang lebih manusiawi selain kata PECAT, ” kata Buchori AlFarobi yang juga Ketua Presidium Prabowo Presiden 2019 Banten.

Dia melanjutkan, langkah pemecatan dianggap tidak adil karena pejabat-pejabat saat ini mulai dari tingkat camat hingga gubernur terang-terangan mendukung capres 01.

“Kita liat dengan mata telanjang bang jangan tenaga HONORER…pegawai negeri bahkan PEJABAT sekelas CAMAT,WALIKOTA,BUPATI bahkan GUBERNUR terang terangan kampanye 01 tapi santai santai aja..ngga ada sangsi…bisa jadi para guru honorer tersebut melihat penomena tersebut…,” lanjutnya.

Dalam surat tersebut, Buchori yang mengaku sebagai teman ngopi Wahidin Halim, mengjngatkan jasa guru sebagai pahlawan tanda jasa. Terlebih Wahidin sebagai pemimpin yang lahir dari keluarga guru.

Berikut surat terbuka yang dibuat Buchori AlFarobi:

Surat untuk GUBERNUR BANTEN…
Perihal pemecatan guru honorer pendukung PRABOWO…

Assalamu’alaikum Wr…Wb……
Teruntuk abang saya H WAHIDIN HALIM selaku orang no.1 diBANTEN yang saya cintai dan saya hormati..
Semoga Allah selalu merahmati dan meridhoilangkah langkah kita…amin…

Bang aji…saya miris dengernya ketika ada 6 orang guru honorer dipecat langsung oleh anak buah abang dalam hal ini kepala dinas provinsi BANTEN yang saya lupa namanya….lantaran mereka berpose dua jari dengan gambar PRABOWO-SANDI…
Bang aji…saya meyakini bahwa langkah yang diambil dinas terkait adalah terlalu terburu buru bahkan cenderung gegabah..karena seharusnya diberi peringatan terlebih dahulu atau minimal ada sangsi yang lebih manusiawi selain kata PECAT…bagaimana tidak…kita liat dengan mata telanjang bang jangan tenaga HONORER…pegawai negeri bahkan PEJABAT sekelas CAMAT,WALIKOTA,BUPATI bahkan GUBERNUR terang terangan kampanye 01 tapi santai santai aja..ngga ada sangsi…bisa jadi para guru honorer tersebut melihat penomena tersebut…
Mereka adalah guru HONORER bang….pahlawan tanpa tanda jasa yang tarolah kalau sekiranya mereka bersalah tapi jangan permalukan mereka seperti itu…dan bisa jadi yang muncul adalah kesan arogansi dari pihak abang….
Saya harap masalah ini bisa diperbaiki dan saya yakin bang aji adalah pemimpin yang bijaksana apalagi kepada para GURU karena saya tau bang aji lahir dari keluarga dimana BAPAKnya bang aji adalah seorang GURU….

Mohon maaf bang surat ini saya sampaikan secara terbuka tanpa mengurangi rasa hormat dan cinta saya ama abang….dengan harapan semua bisa diperbaiki kembali…

semoga kita masih bisa bareng makan nasi goreng ama daon mengkudu lagi dikampung kita PINANG KOTA TANGERANG…

Wassalamu’alaikum wr…wb…
Temen ngopi bang aji

Ust.Buchori Al’aroby
Ketua Presidium PRABOWO PRESIDEN 2019
Provinsi BANTEN.

Silahkan share…..

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

1 Comment

1 Comment

  1. Dodi Natsir

    24/03/2019 at 17:28

    Netralitas ASN sdh diatur secara tegas oleh kemendagri, sedangkan kepala daerah masih diperbolehkan karena merupakan jabatan politis yg posisinya diajukan oleh partai politik sehingga masih punya hak dan kewajiban kepada partai, syaratnya tidak boleh dilakukan ketika sedang bekerja/dinas. Ayo biasakan cek dan ricek informasi yg kita dapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 17 =

Trending