Connect with us

METROPOLITAN

Ternyata Sebelum KPK OTT Empat Orang terkait PT Krakatau Steel, Warga Banten Minta Dua Direktur Dicopot karena Alasan Ini

Published

on

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Korban Tsunami

Direktur SDM PT Krakatau Steel Rahmad Hidayat (baju biru) saat menyerahkan bantuan untuk korban tsunami Banten kepada Gubernur Banten Wahidin halim, di Gedung Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi) 

Tangerang – KPK kembali melakukan OTT. Kali ini empat orang yang terdiri dari petinggi BUMN, pegawai BUMN, dan swasta terjaring dalam ‘Jumat Keramat’ lembaga antirasuah ini. Petinggi BUMN dimaksud adalah salah satu direktur di PT Krakatau Steel Tbk.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dilansir republika.co.id mengungkapkan, penangkapan dilakukan di Jakarta dan BSD City, yakni di rumah direktur PT Krakatau Steel Tbk., Jumat petang, 22 Maret 2019 sekitar pukul 18.30 WIB.

“Jadi, ada kegiatan tim di Jakarta dan Tangerang Selatan tepatnya di BSD City. Kami amankan total empat orang yang sudah dibawa ke kantor KPK,” kata Febri.

Warga Desak Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Dicopot

Sehari sebelum OTT, ratusan warga Banten yang tergabung berbagai lembaga Forum Pengusaha Ring 1 dan Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) menuntut Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dan Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Purwono Widodo dicopot.

Tuntutan warga tersebut disampaikan saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung teknologi PT Krakatau Steel, Kamis, 21 Maret 2019. Waega mempertanyakan kebijakan perusahaan penghasil baja terbesar di Asia tersebut yang melarang masyarakat untuk membeli besi plat sisa produksi.

Baca Juga: Tak Mampu Terapkan UMSK, Ribuan Buruh Outsourcing Cilegon Geruduk PT Krakatau Steel

Pantauan BantenHits.com terjadinya aksi unjuk rasa  dipicu setelah keputusan perusahaan yang menghentikan akses masyarakat untuk melakukan pembelian sisa produksi oleh PT Krakatau Steel kepada pengusaha lokal yang berada di ring satu. 

“Tujuh bulan yang lalu itu kita masih bisa membeli besi plat sisa prosuksi di PT Krakatau Steel, tapi sekarang ini kita sudah tidak boleh lagi beli sisa produksi sama manajemen PT Krakatau Steel, makanya hari ini kita demo dengan tunjuan untuk mempertanyakan hal itu,” kata Koordinator aksi Ena Nova Solihin, saat memberikan orasinya.

BACA JUGA: Dilarang Membeli Besi Plat Sisa Produksi, Massa Demo PT Krakatau Steel

Ena menilai selama ini PT Krakatau Steel mengalami keuntungan dengan masyakat dan pengusaha lokal membeli sisa produksi berupa pelat besi kepada pihak perusahaan ketimbang menjual kepada pihak distributor.

“Jadi intinya kami ingin mempertanyakan apa alasan PT Krakatau Steel sehingga kami sudah tidak dapat kesempatan lagi untuk pembelian sisa produksi, padahal harga kami tinggi dan menguntungkan dari pada PT Krakatau Steel menjual ke distrubutor,”terangnya.

Kata Ena, Massa menuntut agar Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dan Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Purwono Widodo dicopot dari jabatannya lantaran dituding sebagai penyebab di tutupnya akses pengusaha lokal untuk membeli sisa produksi.

“Pak Silmy ini harus dicopot sebagau Dirut PT Krakatau Steel, karena dia tidak paham PT Krakatau Steel,” tegasnya.

OTT Terkait Suap dari Kontraktor

Febri menjelaskan, KPK menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur perusahaan BUMN yang menerima uang dari pihak swasta.

“Dalam hal ini pihak kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama dalam penelitian proyek dengan BUMN tersebut. Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu,” ucap Febri.

Sedangkan, kata dia, transaksi yang didalami saat ini diduga ada kombinasi antara pemberian secara tunai dan sarana perbankan.

“Keduanya sedang didalami baik transaksi yang menggunakan mata uang rupiah ataupun dolar. Besok baru kami sampaikan informasinya pada konferensi pers Sabtu besok,” ucap Febri.

KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending