Connect with us

Pemilu

Akademisi Idola Millenials Tebarkan Virus Akal Sehat di Banten, Padahal Jokowi-Ma’ruf Baru Sehari Berkampanye

Published

on

Rocky Gerung seusai menjadi pembicara di acara diskusi di Kota Serang.

Rocky Gerung seusai menjadi pembicara di acara diskusi di Kota Serang. Akademisi yang tengah digandrungi millenials dan emak-emak ini mengunjungi Kota Serang, padahal tempat ini baru sehari dikunjungi Jokowi. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Jokowi-Ma’ruf mengawali kampanye terbuka di Serang, Banten, Minggu, 24 Maret 2019. Di daerah berjuluk Tanah Jawara ini, Jokowi-Ma’ruf bertekad merebut kemenangan dari rivalnya.

BACA JUGA: Kampanye di Banten Sebut Santri Akan Malu Jika Pasangan 01 Kalah, Warganet Ramai-ramai ‘Serang’ Ma’ruf Amin

Hanya berselang sehari setelah Jokowi-Ma’ruf berkampanye, akademisi yang tengah digandrungi millenials dan emak-emak, Rocky Gerung tiba-tiba hadir di Serang, Senin, 25 Maret 2019. Rocky jadi pembicara dalam Forum Dialog Akal Sehat; Budaya dan Iklim Demokrasi di Banten yang digelar di Graha Mahesa, Karundang, Kota Serang.

Di hadapan anak-anak muda dan tokoh kritis di Banten, akademisi berjuluk Profesor Akal Sehat ini ‘memprovokasi’ pentingnya menggunakan akal sehat menghadapi Pemilu 2019.

Rocky enggan aktivitas menularkan nalar kritis disebut kampanye terselubung. Sebaliknya, menurut pria yang gandrung naik gunung ini, aktivitas yang dilakukannya adalah kampanye terbuka.

“Ini bukan kampanye terselubung, ini kampanye terbuka, mengkampanyekan akal sehat. Ada provokasi? Emang, saya memprovokasi pikiran,” ujarnya usai menjadi pembicara.

Rocky yang kerap membuat barisan petahana gerah dengan pernyataan-pernyataannya, mengungkap alasan kenapa dirinya lebih sering menjadi narasumber untuk kelompok yang berafiliasi ke capres-cawapres 02.

“Saya mengkampanyekan akal sehat, cuma yang ngundang saya cuma 02 dan kalau 01 ngundang saya akan tetap datang dan akan tetap kasih kritik. Cuma dia (tim 01) tidak mau denger kritik saya,” cetus Rocky.

Meski kerap dilekatkan dengan kubu 02, Rocky dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tetap netral.

“Saya netral berarti bukan berdiri di tengah, tapi netral berdiri di kaki sendiri. Jadi suka suka saya mau pakai jaket 02 pakai jaket Partai Demokrat. Itu keputusan saya. Bukan karna didikte (ada yang arahin), orang saya bukan caleg bukan capres,” ujarnya.

“Makanya saya suka melakukan diskusi dengan rasionalitas (pikiran yang masuk akal) pergi ke kampus ketemu dengan wartawan agar bisa eksplorasi untuk berpikir radikal,” sambungnya.

Demokrasi untuk Mencapai Keadilan

Menurut Rocky di Indonesia demokrasi harus dipahami secara mendasar untuk mencapai keadilan.

“Demokrasi itu harus diradikalisasi sampai ke kelas DNA terahir yakni justice, karena itu saya berbicara demokrasi dalam pengertian justice,” tegasnya.

“Kalau sekarang kenapa orang bilang kenapa (Rocky Gerung) tidak kritik 02? Dia (Prabowo) beum memperlihatkan itu justice atau injustice tapi 01 sudah memperlihatkan injustice. Ya (Rocky Gerung) kritik terhadap itu,” tutup Rocky.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending