Connect with us

Pemilu

Dispora Kota Serang Hanya Bisa Pasrah Stadion Maulana Yusuf Hancur Dipakai Kampanye Jokowi-Ma’ruf

Published

on

Stadion Maulana Yusuf rusak

Kondisi Stadion Maulana Yusuf rusak setelah dipakai kampanye Jokowi-Ma’ruf. (Tangkap layar Facebook)

Serang – Jokowi-Ma’ruf mengawali kampanye terbuka di Serang, Banten, Minggu,  24 Maret 2019. Di daerah berjuluk Tanah Jawara ini,  Jokowi-Ma’ruf bertekad merebut kemenangan dari rivalnya dengan memusatkan kampanye di Stadion Maulana Yusuf (MY),  satu-satunya stadion kebanggaan warga Kota Serang.

BACA JUGA: Kampanye di Banten Sebut Santri Akan Malu Jika Pasangan 01 Kalah, Warganet Ramai-ramai ‘Serang’ Ma’ruf Amin

Kampanye di fasiltas milik perintah daerah tersebut ternyata menyisakan masalah. Rumput stadion hancur,  sampah berserakan,  paku dan tapi kawat berceceran di mana-mana.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga pada Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Serang M Drajat,  Senin,  24 Maret 2019. Padahal,  sebelum kampanye digelar,  pihaknya sudah mewanti-wanti potensi kerusakan fasilitas Stadion Maulana Yusuf.

BACA JUGA: Larang Helikopter Prabowo Mendarat di Alun-alun Pandeglang, Bupati Sebut Tak Ingin Ada Kampanye di Aset Negara

Stadion Maulana Yusuf

Sampah dan material kawat besi dan paku berserakan di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, seusai dipakai kampanye Jokowi-Ma’ruf, Minggu, 24 Maret 2019.(tangkap layar Facebook)

Dengan terjadinya kerusakan di dalam Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, pihaknya hanya bisa melaporkan kepada pimpinan yakni Wali Kota Serang.

“Kalau sudah rusak begini siapa yang mau bertanggung jawab. Banyak yang rusak seperti rumput hancur, banyak bekas materil seperi paku dan kawat, serta banyak sampah,” ujar Drajat di ruang kerjanya, Senin 25 Maret 2019.

Drajat menjelaskan, terkait rusaknya rumput, bisa saja pihaknya langsung memperbaiki dengan cara diratakan, hanya saja masih banyak material yang masih banyak di sekitaran lapangan.

“Banyak paku, kawat. Kalau diratakan gampang tapi bekas material harus dibersihkan dulu supaya tidak membekas. Saat ini kita akan nunggu yang bertanggung jawab dulu, agar bisa ngecek langsung kerugiannya berapa. Apalagi bulan April mau dipakai untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda),” ungkapnya.

Drajat menyesalkan atas kerusakan itu, karena sampai saat ini belum ada pihak pelaksana atau EO yang bertanggung jawab.

“Belum ada yang respon dari EO, kami kan hanya bisa melaporkan ke pimpinan,” pungkasnya.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

Trending