Connect with us

Pemilu

Kampanye di Banten Sebut Santri Akan Malu Jika Pasangan 01 Kalah, Warganet Ramai-ramai ‘Serang’ Ma’ruf Amin

Published

on

Debat cawapres

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno saat debat Cawapres, Minggu malam, 17 Maret 2019.(Tangkap layar aplikasi BaBe)

Serang – Calon wakil presiden nomor 01 Ma’ruf mengaku optimistis akan unggul dari rivalnya Prabowo-Sandi pada pemilihan umum atau Pemilu 2019 di Provinsi Banten. Kiai yang disebut-sebut berdarah asli Tanah Jawara ini pede atau percaya diri akan mendapatkan dukungan dari setiap santri.

“Ini pertaruhan, Kiai (Ma’ruf Amin) ini kalah atau tidak di Banten. Kalau sampai kalah malu para santri. Ngaku orang Banten tapi 01 kalah,” kata Ma’ruf saat sambutan dalam acara pertemuan dan silaturahmi ulama se-Banten, Sabtu 23 Maret 2019.

BACA JUGA: Pede Unggul di Banten, Ma’ruf Amin: Malu Santri Kalau 01 Sampai Kalah

Pernyataan Ma’ruf Amin yang membawa-bawa santri jika dirinya kalah, menuai protes warganet. Mereka mengkritik pernyataan tersebut melalui kolom komentar dalam artikel berjudul ‘Pede Unggul di Banten, Ma’ruf Amin: Malu Santri Kalau 01 Sampai Kalah’ yang diposting di aplikasi BacaBerita atau BaBe.

Pantauan BantenHits.com, hingga Senin pagi, 25 Maret 2019, artikel tersebut sudah dikomentari 234 orang. Komentar umumnya meminta agar Ma’ruf tak membawa-bawa santri dalam kepentingan politiknya untuk meraih kekuasaan.

Berikut rangkuman komentar warganet:

Al Ghazali: Santrii takkan pernah maluu mbaaah… Tapi mbah yg harusnya duduk di pesantren ngamalin ilmu2 agama biar memperingan hisaban nnt nya..bukan jd golek tuk raih suara ummat islam,,, ini yg malu maluin santriii…

Andei Wardana: Maksa nih orang tua,Yang malu itu dirimu mbah..ga ada hubungannya kalah menang sma santri,sntri itu mengaji dan memperdalam ilmu agama..jgn seret2 ke politik..itu masalah mu..yg di butakan politik..

Abdul Qohir: Mbah ini ngomongnya kampungan banget ya,masaa nakut nakutin santri kalau kalh malu maluin,memang sudah kalah mbah dibanten sams Prabowo

Hamzah: Maaf bkn malu pk Maruf gak jadi wakil,tapi lebih malu lagi seorang kyai di jadikan alat untuk mendorong aja,kyai lebih baik istigomah, percayakan aja presiden ke Nomor 2 aja

Amanda Fauziah: Maaf bukan saya tidak hormat sama k kyai, tp ucapan bapak seolah bapak adalah orang tertinggi dalam tatanan umat muslim.
Jika tidak memilih pak kyai maka inilah jika tidak memilih pak kyai itulah, jika 01 kalah maka inilah, jika 01 kalah maka itulah.
Sekali tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada KH. MA’RUF AMIN, tolong hargailah pilihan orang2 yg mempunyai hak dalam menentukan pilihan mereka.
Kenapa santri harus malu kalo 01 kalah?
Apa karena bapak kyai? Lalu bagaimana dengan pak jokowi yg bukan kyai ataupun ulama?
Kenapa santri harus malu kalo 01 kalah?
Apa karena pak Prabowo dan Bang Sandi bukan dari kalangan kyai ataupun ulama?
Pak, Pak Prabowo dan Bang Sandi juga muslim ko pak jadi kalo 02 yg menang tetap ko para santri dipimpin oleh orang muslim.
Kecuali kalo 02 bukan orang muslim baru santri harus malu karena muslim dipimpin oleh orang non muslim.
Lagian 02 juga banyak ko ulama yg mendukung, bahkan ijtima ulama aja mendukung pasangan 02.
Jadi, janganlah biat statemen seperti itu terus. Seolah pak kyai yg paling muslim dan paling ulama, serta 01 yg paling suci dan bersih.
Terimakasih.

Han Wihananto: Mbah yai, apa cukup santri diberi kehormatan hari santri tok?? Masa dpn santr iti lo mbah yg paling penting,,?? Apa sdh punya keahlian,, apa sdh siap kerja..? Jgn para santri hanya dibuat keset politik dan tangga politik. ,habis itu di campakkan.., santri itu bagian dari rakyat, jadi yg yai pkirkan bagaimana memakmurkan rakyat..

Dino Wakatobi: Santri malu pak kiyai kalau yang ngaku dari santri tapi kena OTT..para santri tidak akan memuluh kiyai karena mereka sayang dan hormat sama kiyai,,biar kiyai istirahat dan lebih memanfaatkan ilmu kiyai demi kemaslahatan umat..

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending