Connect with us

METROPOLITAN

Heboh, Bocah di Kampung Kadu Toke Pandeglang Disebut Disunat Jin

Published

on

Ahmad Bayu Alamin, anak usia tujuh tahun di Kampung Kadu Toke, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Pandeglang, disebut telah disunat jin. (BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kampung Kadu Toke, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 26 Maret 2019, mendadak geger. Musababnya, Ahmad Bayu Alamin, anak yang baru berusia tujuh tahun disebut-sebut disunat sama jin.

Anak pertama pasangan Yayan (36) dan Yuningsih (30) yang tinggal di RT/RW 02/01 ini, diketahui kemaluannya telah disunat. Kedua orang tua bocah tersebut memercayai ada kekuatan gaib.

“Tiba-tiba aja dalam kondisi di sunat (Khitan). Awal ketauannya, ketika dia (Bayu) mau mandi pagi-pagi, terus dia teriak ke sakitan, pas saya lihat kelaminnya dalam kondisi di khitan,” kata Yunengsih di rumahnya, Selasa, 26 Maret 2019.

Menurut Yuningsih, peristiwa anaknya tiba-tiba disunat itu terjadi Senin, 26 Maret 2019. Pada saat itu, ia mengaku tidak merasakan apa-apa. Hanya saja, selama ini Bayu selalu merengek ingin di khitan. Namun, karena kondisi keluarga belum ada rizky, ke inginan Bayu tidak terlaksana.

“Udah sih ingun di sunat, cuma kita juga ngelihat dari biayanya juga (enggak ada-red),” ujarnya.

Yuningsih mengaku tidak bisa menjelaskan perasaannya ketika mengetahui anaknya tersebut diketahui dalam keadaan di sunat. Namun, ketika ia berkonsultasi ke pihak medis, pihak media menyatakan bahwa hal itu sudah sah.

“Enggak bisa dijelasin perasaannya gimana, ada seneng, ada takut. Ya takutnya mah takut kenapa-kenapa, tapi kata pihak medis sah. Itu rejeki ibu, kuasa Allah,” ceritanya.

Kelainan Genital “Parafimosis”

Dilansir suara.com, menurut pakar Urologi dar Rumah Sakit Siloam Asri, Dr Arry Rodjani, SpU (K) kondisi penis anak seperti telah disunat, sebenarnya merupakan kelainan genital yang disebut parafimosis. Kelainan ini terjadi di mana ujung penis yang bertugas menutupi glans penis terjepit sehingga memicu pembengkakan dan ujungnya berwarna merah hingga keunguan, sehingga terlihat seperti penis yang telah disunat.

“Parafimosis sering disalahartikan sebagai fenomena disunat jin. Padahal di dunia medis dijelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena diameter ujung penis lebih kecil dari badan penis,” kata dokter Arry pada temu media yang dihelat ASRI Siloam Hospitals Group di Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2015.

Lebih lanjut dokter Arry menjelaskan bahwa parafimosis terjadi tidak secara tiba-tiba. Biasanya hal ini terjadi karena kebiasaan anak-anak memainkan organ genitalnya seperti menarik ujung penis ke belakang namun tak bisa dikembalikan lagi. Akibatnya anak akan mengerang kesakitan karena nyeri yang dirasakannya.

“Jika menemukan kondisi penis anak mengalami pembengkakan jangan langsung mikir disunat jin. Ada penjelasan medis mengapa hal itu bisa terjadi, lebih baik segera konsultasikan ke dokter urologi,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 4 =

Trending