Connect with us

Pemilu

Dapat Dukungan Khalayak Luas, Enam Guru di Banten yang Dipecat karena Pose Dukung Prabowo-Sandi Hanya Diskorsing

Published

on

DEMO HONORER DI BANTEN DI KP3B KOTA SERANG 18 SEPTEMBER 2018

5.000 honorer di Banten menggelar aksi di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Mereka mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim menolak rekrutmen CPNS jalur umum.(Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Publik bereaksi keras terkait keputusan Pemprov Banten memecat guru honorer di Tangerang yang berfoto dengan pose dukungan kepada pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Keputusan pemda yang dipimpin Wahidin Halim yang juga Tim Penasihat Jokowi-Ma’ruf ini dinilai berlebihan, mengingat nyaris kebanyakan pejabat publik saat ini mempertontonkan keberpihakan secara vulgar kepada rezim yang berkuasa.

BACA JUGA: Ustaz Temen Ngopi Gubernur Banten Bikin Surat Terbuka soal Pemecatan Enam Guru yang Pose Dua Jari, Isinya Jleb Banget

BACA :  Ribuan Pemilih Pemula di Kota Serang Belum Masuk DPT Pemilu 2019

Setelah gelombang protes disuarakan, terutama oleh kelompok Honorer Banten Bersatu, akhirnya Pemprov Banten menganulir keputusan memecat enam guru honorer tersebut.

Dilansir jpnn. com, Ketua Umum Honorer Banten Bersatu Martin Alkosim mengungkapkan, aksi demo besar-besaran yang rencananya digelar Kamis, 28 Maret 2019 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten dibatalkan. Hal ini menyusul adanya kesepakatan antara Kadisdikbud Banten, enam guru honorer, dan PGRI.

“Kami tidak jadi demo karena semua sudah sepakat. Enam guru honorer itu hanya skorsing,” kata Martin.

Walaupun tuntutan Martin dan kawan-kawannya agar enam guru honorer itu langsung dipekerjakan paling lambat 1 April tidak dipenuhi, tapi mereka tidak melanjutkan aksi. Lantaran enam guru honorer dimaksud sudah legowo menerima keputusan Disdikbud Banten.

BACA :  Enam Guru Honorer yang Pose Dua Jari Dipecat, Kira-kira ASN yang Jadi 'Timses' Anak Gubernur Banten Gimana Nasibnya?

“Enam guru ini legowo menerima skorsing. Mereka nanti bekerja 2 Mei dan SK-nya (sebagai tenaga honorerd, red) tidak dicabut. Artinya masa kerjanya tidak terputus,” terangnya.

BACA JUGA: Anak Lansia Sakit yang Ditandu Sarung dan Bambu di Banten Sakit Hati Videonya Disebut Ma’ruf Amin Hoaks

Sebelumnya, Martin mengungkapkan, 100 ribu honorer bakal mengepung Disdikbud Provinsi Banten. Seratus ribu honorer ini adalah massa pendukung Prabowo-Sandi.

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas pemecatan terhadap enam guru honorer di SMAN 9 Tangerang (belakangan dinyatakan hanya skorsing) karena berpose salam dua jari dan pamer stiker pasangan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler