Connect with us

METROPOLITAN

Gelar Aksi di KP3B Serang, FPR Teriakkan Reforma Agraria yang Digembar-gemborkan Jokowi Palsu

Published

on

Mahasiswa yang tergabung FPR ketika menggelar aksi unjuk rasa di depan KP3B Serang. Mereka berteriak reforma agraria yang digembor-gemborkan Jokowi Palsu. (Mahyadi/BantenHits).

Serang- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat pemerintahan provinsi Banten atau KP3B Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat, 29 Maret 2019.

Mereka berteriak dalam aksi yang digelar untuk memperingati hari Kaum Tani Tidak Bertanah (Day Of The Landless Day) yang jatuh setiap tanggal 29 Maret ini bahwa kabar yang digembor-gemborkan Jokowi tentang reforma agraria itu palsu.

“Jadi apa yang digembor- gemborkan Jokowi tentang reforma agraria itu palsu karena mengabdi pada kepentingan imprealis Amerika,”kata Budi korlap aksi.

Budi juga menyebutkan dalam 10 tahun terakhir ini terdapat kurang lebih 20 kekerasan yang dirasakan kaum tani di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Taman Jaya Pandeglang Banten.

“Dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir ada 20 Kriminalisasi, penangkapan bahkan pembunuhan terhadap kaum tani di TNUK,”ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini konflik agraria di Banten lebih banyak didominasi kasusnya oleh warga dan kaum tani, seperti ia mencontohkan kerkonflik langsung dengan pihak perusahaan dan negara dalam hal ini diwakili oleh TNUK, Perkebunan dan Perhutani.

“Mereka sebenarnya hakikatnya menjalankan agenda-agenda imperialis yang masuk dalam skema projek strategis nasional, mereka hanya mengejar proyek-proyek itu itu di jalankan tapi tidak memperhatikan bagaimana aspek keadilan di masyarakat,”jelasnya.

Baca Juga: Bentrok Berdarah Warnai Aksi Gerakan Masyarakat Ujung Kulon di KP3B

Budi yang juga merupakan Pengurus DPP Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) pusat menyebutkan saat ini ada sekitar 1.117 kaum tani yang menggarap lahan di Taman Nasional Ujung Kulon.

“Dengan tanah garapan yang hanya kurang dari setengah hektare. Tanah garapan mereka tersebar di 12 desa Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Sumur ada 7 desa,”tuturnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending