Connect with us

METROPOLITAN

Pelajar Ngeluh, Bau Tak Sedap ‘Hantui’ KBM SMAN 5 Cilegon  

Published

on

Pelajar SMAN 5 Cilegon ketika membubarkan diri usai mengikuti Istighosah. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Cilegon- Ratusan pelajar SMAN 5 Cilegon rasanya tak bisa mengikuti Kegiatan belajar mengajar atau KBM dengan lancar. Pasalnya konsentrasi pelajar akan hilang oleh bau tidak sedap yang kerap kali menghantui sekolah yang terletak di Kelurahan Banjar Negara Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon.

Muhammad Akbar salah satu pelajar SMA Negeri 5 Cilegon membenarkan bau tidak sedap yang menyengat berupa metana itu kerap menghantui pelajar dan dirinya terutama saat KBM berlangsung.

“Tadi pagi saja kami (pelajar) lagi pada Istighosah buat persiapan UN dilapangan upacara, tiba-tiba tercium bau menyengat seperti bau kimia sekitar setengah jam,”Kata Akbar kepada awak media. Jum’at, 29 Maret 2019.

BACA :  Data Pasien Corona Pemprov Banten Kembali Tak Sinkron, Kadinkes Sebut Pemerintah Pusat Kewalahan sehingga Warga Luar Dimasukkan ke Banten

Akbar menerangkan bau tak sedap yang dhirupnya tersebut menyerupai gas bau gas kimia jenis Metana. Karena saat terhirup oleh para siswa baunya sangat menyengat dan menggangu pernafasan.

“Baunya nyengat seperti bau sulfur apalagi bagi yang belum pernah mencium, Tidak hanya saya yang mencium teman-teman juga sama. Jadi memang merasa terganggu beruntung kejadian pas lagi di lapangan bukan jam belajar mengajar,”terangnya.

Baca Juga: Raih Juara Pertama di Banten, SMAN 3 Rangkasbitung Melenggang ke Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional

Sementara di tempat yang sama Agus Pancasusila Kepala Sekolah SMAN 5 Cilegon membenarkan bahwa di lingkungan sekolah tersebut sempat tercemar bau kimia dan mengakibatkan beberapa siswa mengalami gangguan pernafasan. Namun ia belum bisa memastikan asal bau tak sedap tersebut.

BACA :  LPA Akan Datangi Sekolah NA Korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilegon

“Bau menyengat seperti bau belerang pait dan sepet saya yakin itu bukan dari industri atau gunung berapi, ada dugaan terkait dengan kegempaan khawatir dari krakatau tapi kan gunungnya jauh,”ujarnya.

“Atau mungkin akibat aktifitas industri seperi buang limbah yang tidak semestinya sehingga menggangu aktivitas belajar dan kegiatan masyarakat,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler