Connect with us

Pemilu

Lima Serangan Halus Prabowo saat Debat Berhasil Patahkan Argumen Jokowi dan Loyalisnya

Published

on

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse
Prabowo saat Debat Capres Kedua

Calon Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri debat Capres kedua, Minggu malam, 17 Februari 2019.(Foto: tempo.co)

Tangerang – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tampil menyerang saat debat capres keempat yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu malam, 30 Maret 2019 dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Serangan yang dilakukan Prabowo dilakukan dengan cara yang halus.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno seperti dilansir suara.com. Adi menilai, gaya Prabowo “menyerang” capres nomor urut 01, Jokowi itu bagian dari strategi Prabowo yang menyerang secara halus tak seperti dua debat sebelumnya yang terlihat tampil ‘manis’.

BACA :  Jadi Narasumber Diskusi "Rezim Jokowi Menebar Hoaks dan Kebohongan?", Peneliti LIPI Ungkap Hal Ini

“Prabowo memang menyerang Jokowi, tetapi dilakukan dengan halus,” katanya.

“Prabowo ingin menunjukkan pada publik bahwa ia perlu juga tampil menyerang dalam debat,” sambungnya. BantenHits merangkum ada lima serangan halus Prabowo yang disampaikan saat debat:

1. Mentahkan Fitnah Mendirikan Khilafah

Sejak sesi pertama debat, Prabowo Subianto langsung ‘menggebrak’ memaparkan gagasan soal ideologi Pancasila yang final bagi bangsa Indonesia. Mantan Danjen Kopassus dalam kesempatan itu mengklarifikasi tuduhan kubu lawan soal dirinya akan mendirikan khilafah dan melindungi kelompok radikal intoleran.

“Sebagai mantan tentara, Prabowo ingin tegaskan sikap nasionalisme untuk pertahankan Indonesia. Dengan menyebut ibunya nasrani dan ia mantan tentara, Prabowo ingin balikkan tuduhan bahwa Prabowo pro khilafah,” ucap Adi.

BACA :  Sebut Lansia Sakit Ditandu Bambu di Banten Hoaks, Ma'ruf Amin Disarankan Minta Maaf ke Publik

Seperti diketahui, kubu Jokowi melontarkan tuduhan bahwa Pilpres 2019 pertarungan ideologi Pancasila versus khilafah. Hal tersebut disampaikan jenderal loyalis Jokowi Hendropriyono.

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler