Connect with us

Pemilu

Warganet Sebut-sebut KPK saat Komentari ‘Pengkhianatan’ WH terhadap Demokrat, Ternyata Gubernur Banten Pernah Dilaporkan Dugaan Gratifikasi

Published

on

Gerai Samsat TangCity Mall

Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Bos TangCity Mall Norman Eka Saputra, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari, dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, saat penandatanganan kerjasama pembukaan Gerai Samsat di TangCity Mall. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Sikap politik Gubernur Banten Wahidin Halim yang secara terbuka mendukung capres-cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan enggan menghadiri kampanye Partai Demokrat, membuat pengurus partai yang telah membesarkannya meradang. Mereka akan merekomendasikan pemecatan terhadap suami Naniek Nuraini ini.

Menanggapi polemik Partai Demokrat vs Wahidin Halim, warganet kompak menyebut gubernur Banten ini dengan istilah ‘kacang lupa kulit’. Bahkan, warganet juga menyebut-nyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komentar warganet disampaikan dalam kolom komentar pada artikel BantenHits.com yang diposting di aplikasi BacaBerita atau BaBe.

BACA JUGA: Gubernur Banten Khianati Partai Demokrat, Netizen Ramai Sebut Kacang Lupa Kulit dan Kaitkan dengan KPK

BACA :  Pemeriksaan Dimyati di Bawaslu Diwarnai Aksi Unjuk Rasa PMII Pandeglang

Komentar warganet yang menyebut-nyebut KPK dalam polemik Demokrat vs WH, ternyata tak asal ngomong. Catatan BantenHits.com, WH ternyata pernah dilaporkan ke KPK oleh mahasiswa Tangerang yang tergabung Aliansi Masyarakat Antikorupsi Kota Tangerang (Almakota), Kamis, 26 Januari 2017.

Mahasiswa menduga WH menerima gratifikasi dari pengelolaan Pasar Babakan yang berdiri di atas tanah milik Kementerian Hukum dan HAM. Pasar Babakan sejak 2007 hingga saat ini dikelola PT Pancakarya Griyatama, pengembang kawasan bisnis Tangerang City.

Dalam laporannya kala itu, Muhammad Lutfi Khakim, aktivis yang tergabung dalam Almakota memaparkan, dugaan suap dan gratifikasi dari PT Panca Karya Putra Griyatama selaku pengelola Pasar Babakan rutin diterima WH sebagai mantan wali kota Tangerang selama kurun 2010-2011 melalui rekening BCA atas nama NN, istri WH. 

BACA :  Viral Video Warga Bentangkan Spanduk Prabowo-Sandi Sambut Kunjungan Kerja Jokowi ke Pandeglang

“Berdasarkan penelusuran, dugaan suap yang rutin diterima sepanjang 2010-2011 tersebut merupakan cicilan mobil Toyota Fortuner yang saat ini dimiliki F, anak WH,” terangnya.

BACA JUGA: Pasar Babakan Akan Jadi Kampus, Ini yang Pernah Dilakukan WH untuk Pedagang

Kedekatan WH dengan petinggi PT Panca Karya Griyatama atau PT Panca Karya Griyatama Putra, lanjut Khakim, bisa dilihat sejak 2011, di mana saudara YY, salah seorang petinggi PT Panca Karya diduga pernah memberikan mobil Toyota Land Crusier kepada WH untuk keperluan kampanye Pilgub Banten 2011. 

“Mobil tersebut diduga dikirimkan oleh orang suruhan YY ke kediaman WH di Gang Haji Jiran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Selain itu, PT PKG juga mengangkat F, anak WH, menjadi salah seorang direktur di perusahaan yang hingga saat ini mengelola kawasan bisnis Tangerang City,” ungkapnya.

BACA :  Jokowi-Prabowo Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Pengamat Banten Ungkap Tiga Hal Ini

“Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, kami menyampaikan laporan kepada KPK. Pelaporan dugaan ini pernah dilakukan warga Kota Tangerang pada November 2015. Namun tidak mendapat perhatian serius dari penyidik KPK. Karena itulah kami bermaksud menyampaikan pelaporan ulang terkait kasus tersebut,” sambungnya.

Ismail Fahmi, salah seorang kuasa hukum Wahidin Halim saat dihubungi BantenHits.com lewat telepon genggamnya saat itu membantah kliennya terlibat dugaan korupsi pemanfaatan Pasar Babakan. Dia menyebut Pasar Babakan tidak ada hubungan dengan pemerintah Kota Tangerang karena itu urusan Kementerian Hukum dan HAM dengan pengembang Tangerang City.

Kasus dugaan korupsi pemanfaatan lahan negara yang digunakan untuk kepentingan bisnis ini pernah ditangani Kejaksaan Negeri Tangerang. Namun, Kajari Tangerang Edyward Kaban akhirnya menghentikan kasusnya setelah sebelumnya memutasi Kepala Seksi Pidana Khusus kala itu Teungku Firdaus.

BACA JUGA: Kejari Tangerang Hentikan Penyelidikan Kasus Pasar Babakan

Kasus tersebut resmi diselidiki Kejari Tangerang di bawah komando Teungku Firdaus sejak November 2016 lalu. Setelah berjalan 11 bulan, penyelidikan akhirnya dihentikan. Selama itu, Direktur PT Pancakarya Griyatama yang dikenal dengan sebutan “Bos TangCity” Yogi Yogaswara bolak-balik menjalani pemeriksaan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler