Connect with us

METROPOLITAN

Kisah Sadis Perampok di Tangerang; Jual Hasil Rampokan Sambil Bawa Mayat Korban

Published

on

perampas motor pura-pura jadi debt collector di kronjo ditangkap

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Sabilul Alif menunjukkan barang bukti dari pelaku pencurian dengan kekerasan dengan pura-pura jadi debt collector di Kronjo. (Banten Hits/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Polres Kota Tangerang berhasil menangkap MF,  seorang kernet truk pengantar air mineral yang diduga pembunuh Wildan, yang tak lain sopirnya, Rabu,  27 Maret 2019 lalu.

Dari penangkapan ini terungkap bagaimana MF secara sadis membunuh korban. Tak hanya itu,  usai menghabisi sangat majikan, pelaku juga membawa mayatnya berkeliling untuk menjual hasil rampokan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol.  Sabilul Alif mengatakan, pengungkapan berawal dari penemuan mayat seorang pemuda di dalam  truk pengangkut air mineral di pinggir Jalan Tol Jakarta-Merak,  persisnya di jalur darurat gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 27 Maret 2019.

BACA :  Petani di Lebak Selatan Menjerit Langkanya Pupuk Subsidi, DPRD Minta Pemkab 'Gercep' Cari Solusi

“Korban ditemukan berlumuran darah dengan sejumlah luka bekas pukulan benda tumpul.  Ternyata korban merupakan korban pembunuhan berencana,” jelas Sabilul saat menyampaikan ekspksos pengungkapan di Mapolres Kota Tangerang, Kamis,  4 April 2019.

Dendam Tak Pernah Diberi Jatah Hasil Penjualan

Motif pembunuhan tersebut,  jelas Sabilul,  dipicu dendam pelaku terhadap korban. Pasalnya, pelaku tak pernah diberi jatah hasil penjualan air mineral oleh korban.

Selain menangkap MF,  petugas juga mengamankan empat pelaku lainnya yang diduga mengetahui dan turut serta dalam kejahatan tersebut,  yakni HR, SM, MB, dan IS.

HR dan SM ditangkap di Depo Aqua Kramatwatu,  Kota Serang; MB dan IS ditangkap di kediamannya masing-masing di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor.  Sementara sementara MF ditangkap di Desa Cisolok,  Kabupaten Sukabumi.

BACA :  Polres Metro Tangerang Akan Periksa Saksi terkait Penghinaan Wartawan di Instagram

“Perencanaan pembunuhan dan pencurian dilakukan di kediaman MB dan IS,” jelas Sabilul.

“Dalam perencanaan tersebut pelaku merencanakan pembunuhan dan pencurian pada saat menggantar 1.400 galon air mineral ke daerah Rangkasbitung dengan cara membunuh korban MD terlebih dahulu,” sambungnya.

Dihabisi Lalu Mayatnya Dibawa Keliling

Aksi sadis pelaku,  lanjut Sabilul, dilakukan  saat dalam perjalanan menuju Rangkasbitung untuk mengantarkan galon air mineral ke pengecer. Saat itu, korban korban tengah  memeriksa ban. Pelaku langsung menghantam bagian belakang tubuh korban menggunakan kunci roda berulang-ulang.

Pelaku kemudian memasukan tubuh korban, lalu memukuli kembali korban dan mencekiknya hingga tewas. Setelah itu, pelaku mengambil alih kemudi truk dan melanjutkan perjalanan untuk mengirim air mineral.

BACA :  Masjid Jadi Lokasi Syuting 'Anak Jalanan', Kades Sindanglaya: Enggak Ada Izin ke Kita

“Setelah korban tewas pelaku membawa truk dan korban menuju ke pengecer,” lanjutnya.

Setelah mendapatkan uang Rp 49 juta hasil penjualan barang rampokannya,  pelaku membawa kembali truk berisi mayat korban masuk ke dalam tol lalu meninggalkannya di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung menambahkan, pelaku sempat membelanjakan  uang hasil rampokan di salah satu toserba di Kecamatan Cikupa,  sebelum kabur ke Sukabumi menggunakan taksi online. 

‌Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lima pelaku dijerat pasal berlapis yaitu, 340 KUHP dan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler