Connect with us

Pemilu

Lautan Manusia Hadir Sukarela di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Pengamat: Ada Fenomena Keamplopan vs Keumatan

Published

on

Lautan Manusia di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Lautan Manusia di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK membentangkan bendera merah putih raksasa. (Foto: Indonesia today.com)

Tangerang – Lautan manusia saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu, 7 April 2019, menjadi fenomenal. Meski tanpa dibayar dan dibagi kaos, mereka begitu antusias menghadiri acara yang digelar sejak sebelum Subuh itu.

Antusiasme pendukung capres-cawapres nomor urut 02 ini begitu kontras dengan kasus amplop yang tengah ramai dibicarakan publik, salah satunya yang melibatkan Bowo Sidik Pangarso, Ketua Bappilu Partai Golkar Jawa Tengah. Seperti diketahui, KPK berhasil menangkap Sidik dengan 400 ribu amplop bercap jempol untuk serangan fajar.

BACA JUGA: Ramai Terungkap ‘Kasus Amplop’ Jelang Pemilu 2019, IPNU Pandeglang Edukasi Pemilih Agar Berani Tolak Politik Uang

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tema kampanye akbar duet Prabowo-Sandi di GBK seolah menunjukkan bentuk dukungan dari masyarakat yang sesungguhnya.

“Jadi ya temanya bisa kampanye ini jadi ‘keamplopan vs keumatan’ begitu. Siapa yang lebih cenderung memilih amplop, siapa yang cenderung memilih umat yang suka rela yang seperti hari ini ditampilkan,” ujar Hendro seperti dilansir TIMES Indonesia.

Menurut Hendri, antusiasme masyarakat yang membludak di kampanye akbar di GBK Minggu pagi tadi patut diapresiasi.

“Sangat diapresiasi, mereka hadir bukan karena amplop, bukan karena nasi bungkus, tapi karena keinginan pribadi,” tukas Hendri.

Hendri menilai, masyarakat yang rela menyaksikan langsung kampanye akbar kubu 02 itu adalah penikmat demokrasi yang sesungguhnya.

Pemberi dan Penerima Amplop Pemilu Kelompok Radikal

Hendri berpandangan, sebutan radikalisayak disematkan kepada pelaku money politics. Pemberi dan penerima amplop dalam pemilu layak dijuluki radikalis sesungguhnya.

“Sekarang ini kan radikalisme yang sesungguhnya itu kan adalah para pemberi yang menerima amplop, maka (peserta kampanye Prabowo-Sandi) dengan tampil tanpa amplop tanpa nasi bungkus merekapun hadir,” tandasnya.

Seperti diketahui, lautan manusia memenuhi area kampanye akbar duet Prabowo-Sandi di stadion GBK, Minggu pagi. Demi menyaksikan langsung orasi dan pidato sang capres, para pendukung bahkan rela jauh-jauh dari luar kota hingga menginap di lokasi kampanye sejak Sabtu malam, 6 April 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Dodi Natsir

    11/04/2019 at 17:43

    Money politics masalah kita semua, bukan hanya di kubu tertentu. Tapi yang harus menarik adalah kubu prabowo-sandi senang sekali menjadikan acara-acara kampanye terbuka sebagai indikator elektabilitas. Contohnya kampanye akbar di GBK yg lalu, kubu prabowo-sandi menyebutkan massa yg datang adalah cerminan elektabilitas yg tinggi, padahal jika diukur dengan penduduk DKI jakarta saja, massa yg datang tidak sampai 5% dari penduduk DKI. Itupun yg datang ke GBK bukan cuma berasal dari DKI Jakarta tapi dari daerah-daerah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =

Trending