Connect with us

METROPOLITAN

32 Tahun Warga Pulau Panjang Serang Gelap-gelapan Tanpa Listrik

Published

on

PT PLN UID Banten UP3 Banten Utara ketika memasang KwH pada salah satu rumah warga di Pulau Panjang. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Serang- Warga desa Pulau Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang terpaksa bertahan hidup dalam kegelapan selama puluhan tahun lantaran keterbatasan aliran listrik. Mereka tak bisa menikmati layanan listrik mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB sejak tahun 1987.

Kegelapan itu nampaknya tidak lagi menghantui warga yang berada di Teluk Banten itu. Pasalnya PT PLN telah memberikan layanan penyalaan listrik selama 24 jam untuk daerah yang semulanya masuk kedalam kecamatan Kasemen ini. Mereka bisa menikmati listrik hasil dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

BACA :  Rektor UIN SMH Banten Sebut Empat Kepala Daerah Perempuan di Banten Bermental Tangguh dan Visioner

Baca Juga: Kades Pulau Panjang Diduga Selewengkan Alokasi Dana Desa

Plt Kepala Desa Puloampel Wahyu Ifan Setiwan mengaku dengan adanya penyalaan listrik 24 jam yang dilakukan oleh PT PLN membuat masyarakat pulau Panjang tak lagi gelisah dan bertahan hidup dalam kegelapan pada pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Masyarakat Pulau Panjang sudah setara dengan masyarakat yang berada di luar pulau yang dapat menikmati listrik 24 jam. Ini menjadi suatu impian masyarakat kami dimana sebelumnya masyarakat hanya dapat menikmati listrik pada waktu malam hari,”kata Wahyu usai melaunching Penyalaan Listrik 24 jam dan 100 persen Materisasi Pelanggan PLN di Pulau Panjang, Senin, 9 April 2019.

BACA :  Banyak Tragedi hingga Merenggut Nyawa, Sungai Cisadane Harus Dipasang Rambu

Sementara, Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN, Hariyanto WS memaparkan pelayanan listrik 24 jam kepada masyarakat secara resmi diberikan oleh PT PLN melalui pembangkit yang berada di pulau setempat. Listrifikasi itu dinyatakan pihak PLN merupakan program pemerintah sebagai bentuk kehadiran negara pada rakyatnya.

“aliran listrik 24 jam secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, tujuannya adalah agar dapat mendongkrak dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara melakukan kegiatan produktif bukan hanya nonton TV dan sebagainya,”paparnya.

Kata Hariyanto, masyarakat di Pulau Panjang ini sebelumnya melakukan sambungan listrik kepada masyarakat yang sudah memiliki Kwh meter sendiri. Namun saat ini seluruh masyarakat sudah memiliki Kwh sendiri. 

BACA :  Banyak Di-DM Netizen, Bupati Iti Janji Perbaiki Jalan Rusak Kuntjoro Jakti Tahun 2022

“Konsumen kita 691 ditambah 112 totalnya 803. Jadi sebetulnya 100 persen masyarakat sudah bisa menikmati aliran listrik sendiri tapi masih ada 112 yang masih nyantol belum dipasang Kwh meternya,”imbuhnya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler