Connect with us

Pemilu

Ungkap Dugaan 17,5 Juta DPT Pemilu 2019 Bermasalah, Ahli IT dan Keluarganya Diancam Dibunuh

Published

on

Ilustrasi DPT

Ilustrasi DPT Pemilu 2019.(Google)

Tangerang – Pakar IT Agus Maksum yang berhasil mengungkap dugaan 17,5 juta daftar pemilih tetap atau DPT Pemilu 2019, sejak seminggu lalu mendapat ancaman pembunuhan. Tak hanya Agus, istri dan anaknya juga mengalami ancaman serupa.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo saat memperkenalkan sosok Agus Maksum diperkenalkan di acara deklarasi Aliansi Advokat Indonesia Bersatu di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

“Sejak Minggu lalu nyawa beliau sudah diancam, nyawa istri beliau diancam, nyawa anak-anak beliau diancam. Karena apa?” kata Hashim seperti dilansir suara.com.

“Saya bersaksi bahwa beliau nyawanya diancam oleh pihak-pihak tertentu karena kecurangan-kecurangan yang beliau sampaikan kepada pihak KPU, kepada Bawaslu,” sambungnya.

BACA :  Bawaslu Tangsel Butuh Kerja Keras Ungkap Dugaan Kampanye di Gereja dan Masjid karena Warga Takut Bersaksi

BACA JUGA: Temuan BPN 02 soal DPT Invalid Terbukti, KPU Tangsel Coret 5.504 Pemilih

Mendengar keluarga Agus Maksum mendapatkan ancaman, Hashim langsung menugaskan tim pengamanan untuk menjaga Agus Maksum selama 24 jam.

“Beberapa hari yang lalu terpaksa saya tugaskan beberapa security untuk jaga beliau 24 jam,” ujarnya.

Hashim menganggap Agus Maksum sebagai pahlawan karena yang bersangkutan bisa menemukan data DPT yang bermasalah. Karena itu Agus Maksum senantiasa mendampingi Hashim saat melaporkan adanya kejanggalan data DPT, seperti yang dilakukannya pada hari yang sama ke Bawaslu.

Saat melapor ke Bawaslu, Hashim mendapatkan informasi jika KPU belum menetapkan DPT final, padahal hari pemungutan suara tinggal tersisa enam hari lagi.

BACA :  Jelaskan Asal-usul Kepemilikan Lahan Prabowo 220.000 Hektar di Kaltim, Wakil Presiden Jusuf Kalla: Sudah Sesuai Undang-undang

“Sampai hari ini daftar pemilih tetap belum ditetapkan dan kami menduga masih ada banyak nama-nama yang sebetulnya tidak boleh masuk ke daftar itu,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kasus Surat Suara Tercoblos Jokowi-Ma’ruf di Malaysia Permalukan Indonesia di Mata Internasional

Dalam diskusi Seknas Prabowo-Sandi, di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat Selasa, 19 Maret 2019, salah satu dugaan data DPT bermasalah yang diungkap Agus Maksum adalah ditemukannya data pemilih yang lahir di zaman Nabi Isa AS. Pemilih tersebut bernama Sharmila dan Heni Anggraini yang lahir 1 Masehi 01 Juli.

Selain itu, ada juga 300 ribu lebih orang lahir pada tahun 1873 dan 1874. Yang berarti saat ini usia orang tersebut 164 dan 163 tahun.

BACA :  Jika Harus Bayar Massa, Maka Dana Kampanye di GBK Lampaui Donasi untuk Korban Tsunami

“(Pemilih yang) hidup sezaman dengan Nabi Isa AS namanya Sharmila dan Heni Anggraini, yang lahir tahun 1 masehi dan lahirnya 0107 (tanggal 1 Juli). (Selain itu) 300 ribu lebih (DPT) lahir 1873, 1874,” ungkap Agus seperti dilansir RMOL.

Tak hanya itu, lanjut Agus, pihaknya juga menemukan ada banyak sekali orang yang terlahir pada tahun 1900 Masehi. Kalau dihitung-hitung, umur mereka saat ini sudah mencapai 119 tahun.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler