Connect with us

METROPOLITAN

Pembunuhan Direncanakan di Pesisir Binuangeun, Satu Mayat dalam Karung masih Keluarga Pelaku Ini

Published

on

Mayat dalam karung di Jembatan Ciseukeut

Mayat dalam karung di Jembatan Ciseukeut kembali gegerkan warga. Mayat tersebut merupakan mayat kedua setelah sebelumnya ditemukan mayat dalam karung di Pantai Tegal Papak. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Salah satu pelaku pembunuhan mayat dalam karung berinisial S, warga Sulawesi, ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu mayat dalam karung, SGP, warga Jawa Barat.

S memang tidak menyaksikan keluarganya tersebut dibunuh oleh para pelaku yang berjumlah empat orang, bahkan S sendiri tidak mengetahui dimana SGP di bunuh.

Keterlibatan S dalam hal ini, hingga dijebloskan ke penjara oleh Polres Pandeglang bersama B warga Anyer, lantaran S diduga ikut merencanakan aksi pembunuhan terhadap SGP dan Asep Hidayat warga Kabupaten Lebak.

BACA JUGA: Pembunuhan Dua Mayat dalam Karung Direncanakan Enam Pelaku, Motifnya Merebut Speedboat

Dalam aksinya, S dan B hanya menunggu mayat tersebut di antarkan oleh pelaku lainnya ke wilayah Pantai Anyer. Kemudian, para pelaku membuang mayat yang telah di masukan kedalam karung pada malam hari ke wilayah perairan Pandeglang menggunakan kapal Speed Boot.

“S ini merupakan keluarga salah satu korban, atas nama SGP,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Minggu 14 April 2019.

Menurut Indra, S dan B sempat ikut dengan pelaku lainnya melakukan pertemuan dengan para korban di wilayah Binuangeun. Lalu setelah itu, mereka melakukan aktivitas lainnya.

“Di sana kita simpulkan bahwa mereka (S dan B) ikut terlibat dalam pembunuhan itu. Perannya mereka membantu membuang mayat tersebut,” jelasnya.

S sendiri tega membuang mayat saudaranya ke laut menggunakan kapal Speed Boot lantaran tergiur di iming-imingi uang hasil penjualan kapal yang di kuasai oleh korban yang kemudian menjadi sengketa, hingga percekokan anatara koban para pelaku.

“Tidak di bayar, cuma mereka (S dan B) dijanjikan uang hasil keuntungan kapal yang menjadi sengketa tadi,” jelasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending