Connect with us

Pemilu

Terungkap! Undangan Mencoblos di Wilayah Ini Dijual Ketua KPPS Rp 25 Ribu Per Lembar kepada Suruhan Caleg NasDem

Published

on

Pemilih di Kota Serang

Seorang warga sedang memasukan surat suara ke kotak suara di TPS 17 Kampung Kabul, Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Kaltim – Seorang ketua RT sekaligus Ketua KPPS diduga telah menjual formulir C6 atau undangan untuk mencoblos kepada seorang diduga suruhan Caleg Partai NasDem.

Hal tersebut terungkap setelah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Samarinda menangkap dua orang yang diduga hendak membagi-bagikan uang kepada pemilih di Jalan Pramuka III, Sempaja Selatan, Kota Samarinda, Rabu dini hari, 17 April 2019.

Dilansir jpnn.com, kedua pria yang ditangkap masing-masing ADS (28) dan AT (22) warga Bengkuring, Sempaja Utara. Dari temuan itu, Bawaslu menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp 33,4 juta dan formulir C6 atau undangan memilih sebanyak 40 lembar.

Tak hanya itu, dari tangan terduga pelaku ADS, Bawaslu turut menyita beberapa lembar kertas absensi yang masing-masing memuat foto dua calon anggota anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Mereka berinisial SZ caleg DPRD Kaltim daerah pemilihan (dapil) Samarinda dan MS caleg DPRD Samarinda dapil 5 Samarinda Utara dan Sungai Pinang. Nama lain yang juga diduga ikut terlibat dalam kasus itu adalah caleg DPR RI berinisial HH.

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin menceritakan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah seorang warga yang tinggal di Jalan Pramuka III. Kepadanya, pelapor menyampaikan bahwa ada beberapa orang yang diduga hendak membagi-bagikan uang kepada warga.

“Saat saya pulang ke rumah sekitar pukul 04.10 Wita, saya mendapatkan telepon dari seseorang dan memberitahukan kalau ada money politics atau kegiatan bagi-bagi uang di Jalan Pramuka,” kata Abdul Muin seperti dilansir jpnn.com.

Atas laporan itu, Muin kemudian berkoordinasi dengan tim Sentra Gakkumdu untuk sama-sama turun ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi. Benar saja, setibanya di lokasi dimaksud, Muin mendapati sudah ada dua orang yang diamankan warga di sebuah rumah di Jalan Pramuka III.

“Saya dan tim Sentra Gakkumdu tiba di lokasi sekitar pukul 05.20 Wita. Kami kemudian bertemu dengan pelapor dan mendapati kedua terduga pelaku sudah diamankan warga. Kedua terduga pelaku diamankan di rumah ketua RT di Jalan Pramuka III. Di situ sudah ada barang bukti juga,” jelas dia.

Muin menurutkan, barang bukti uang sebesar Rp 33,4 juta yang diamankan dari tangan ADS dibagi ke beberapa bagian. Pertama, sebanyak Rp 3,6 juta disimpan di amplop kecil yang berisikan masing-masing Rp 100 ribu. Kedua, Rp 1,2 juta disimpan di amplop panjang masing-masing Rp 200 ribu.

“Sementara di luar amplop nilainya sekitar Rp 28,6 juta. Itu terbagi dari pecahan Rp 50 ribu dan pecahan Rp 100 ribu. Barang bukti lainnya ada formulir C6 sebanyak 40 lembar yang juga kami amankan dari tangan ADS,” beber Muin.

Kepada penyidik Bawaslu dan Sentra Gakkumdu, ADS menuturkan, untuk formulir C6 yang dia dapatkan dari salah seorang penyelenggara pemilu di Jalan Pramuka III, setiap lembarnya dihargai Rp 25 ribu. Kuat dugaan, ada permainan yang dilakukan petugas KPPS di daerah itu.

“Untuk formulir C6, menurut keterangan terduga pelaku, itu dia dapatkan dari seorang perempuan berinisial EW. Informasinya, EW ini adalah ketua RT dan ketua KPPS di TPS 9 di Jalan Pramuka III. Tapi ini masih perlu kami buktikan dulu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, sebelum diamankan warga, ADS diketahui sudah sempat membagi-bagikan uang kepada pemilih, nilainya sekitar Rp 2 juta. Karena saat diamankan, terduga pelaku sedang hendak memberikan uang kepada salah seorang warga.

“Informasinya, terduga pelaku ini adalah koordinator saksi untuk Partai NasDem daerah Sempaja Selatan. Yang baru kami periksa sampai hari ini (kemarin) baru dua orang, yakni terduga pelaku ADS dan AT sebagai saksi,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending