Connect with us

Pemilu

PKB Tuding PDIP Curang di Surabaya sementara Loyalis Jokowi di Banten Nihilkan Pengaruh Ma’ruf Amin, Koalisi Tak Happy Ending?

Published

on

Prabowo dan sekjen parpol koalisi

Prabowo Subianto tampak solid berfoto bersama sekretaris jenderal (sekjen) seluruh parpol Koalisi Indonesia Adil Makmur seusai Prabowo mengumumkan kemenangan versi real count internal. (Foto: kompas.com)

Tangerang – PKB dan PDIP yang sama-sama merupakan partai utama pengusung capres Jokowi-Ma’ruf mendadak terlibat perang pernyataan.

Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf menuding PDI Perjuangan telah menggelembungkan suara Pileg 2019 di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari total 8.144 TPS di Kota Pahlawan ini, ada sekitar 24 persen yang digelembungkan.

“Temuan yang jelas itu, ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP yang masif di beberapa TPS. Dan itu kegiatannya hampir sama, penggelembungan antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS,” ungkap Musyafak, Sabtu, 20 April 2019 seperti dilansir merdeka.com.

BACA JUGA: Ramai Terungkap Suara Prabowo-Sandi di Sejumlah TPS Berkurang Signifikan saat Diinput Situng, KPU Akui Salah

Tudingan PKB ini dibantah Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana. Dia menegaskan, jika memang ada upaya penggelembungan suara yang dilakukan partainya, itu bisa dicek melalui form C1 Plano.

Whisnu menegaskan, jika tudingan Musyafak tidak terbukti dan memiliki dasar yang kuat, maka tudingan itu hanya fitnah belaka dan PDI Perjuangan akan memprosesnya secara hukum.

BACA JUGA: Akademisi Sebut Suara Jokowi Merosot di Banten karena Ma’ruf Amin Dipersepsikan Kiai yang Mengejar Dunia

Lain di Surabaya lain pula kondisi yang terjadi di Tanah Jawara. Hasil quick count sejumlah lembaga survei yang menunjukkan kekalahan telak Jokowi-Ma’ruf si Banten langsung disikapi Ketua Tim Kampanye Daerah yang juga Ketua PDIP Banten Asep Rahmatullah.

Dilansir detik.com, kekalahan bahkan terjadi di tingkat TPS tempat para pentolan tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin memilih. Di TPS 23 Cipocok Jaya, Kota Serang, tempat Ketua DPD Golkar Banten Tatu Chasanah dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, pasangan 01 kalah telak. Pasangan Jokowi di tempat ini mendapatkan 83 suara sedangkan Prabowo mendapatkan 140 suara. 

BACA JUGA: Kalah Telak, Lembaga Survei Ini Sebut Ma’ruf Amin Orang Banten Tapi Tak Berpengaruh di Banten

Asep Rahmatullah menyebut bahwa sosok Ma’ruf Amin tak berpengaruh pada pemilih di Banten. Pemilih di daerah ini menurutnya tidak bisa diyakinkan hanya dengan pemahaman atau program. Bahkan, di TPS-nya sendiri memilih, ia mengakui keunggulan Prabowo. 

“Bayangkan Kiai Ma’ruf yang orang Banten tidak bisa mengubah. Mau pakai cara apapun, dikasih apapun bergeming. Jadi kalaupun disuguhi program, apapun kata dia (pemilih), bener ya bener, hasil lembaga survei kata dia (pemilih) mah bohong,” ujarnya. 

Senada dengan Asep, Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman mengungkapkan, kehadiran KH Ma’ruf Amin sebagai wakil Jokowi di Pilpres 2019 tidak banyak mendongkrak elaktabilitas suara paslon 01 hingga masa pemungutan suara. 

“KH Maruf Amin dianggap orang asli Banten tapi enggak memiliki pengaruh di Banten, karena tinggalnya di Jakarta, membangun Jakarta. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun opini, tetapi tidak memikat warga,” kata Veri di Hotel Grand Zuri, BSD City, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu, 17 Maret 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending