Connect with us

Pemilu

Suara Prabowo-Sandi Malah Semakin Menjulang di TPS yang Gelar Pemungutan Ulang

Published

on

Penghitungan suara Pilpres di Pandeglang

Salah satu TPS di Kabupaten Pandeglang tengah melakukan penghitungan suara Pilpres. Hampir di seluruh TPS di Kabupaten Pandeglang Jokowi-Ma’ruf kalah telak dari pasangan Prabowo-Sandi. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Tangerang – Perolehan suara pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi justru malah semakin bertambah banyak setelah dilakukan pemungutan suara ulang di TPS 01, Desa Bubar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Minggu, 21 April 2019.

Pada Rabu, 17 April 2019 dari 236 DPT, Prabowo-Sandi memperoleh 142 suara, sedangkan pasangan nomor urut 01 mendapatkan 42 suara. Setelah PSU, jumlah suara Prabowo-Sandi menjadi 150 dan Jokowi-Ma’ruf 52.

Dilansir viva.co.id, PSU di TPS 01 dihadiri 212 pemilih. Jumlah partisipasi naik dibanding pemilihan Rabu lalu yang hanya dihadiri 191 orang.

Ketua KPU Tangerang, Ali Zaenal Abidin mengatakan, dalam proses pemungutan suara ulang tersebut, berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Seluruh stakeholder baik dari pemerintah dan kepolisian turut memantau jalannya pesta demokrasi ini, kita bersyukur semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Bahkan, tingkat partisipasi pun meningkat dari sebelumnya,” katanya.

Nantinya, hasil dari PSU tersebut akan dibawa menuju desa sebelum nantinya diserahkan pada pihak petugas di kecamatan untuk dilakukan pleno perhitungan suara.

Sekertaris Daerah Tangerang, Rudi Maesal mengatakan, sistem jemput bola merupakan salah satu cara dapat meningkatkan angka partisipasi.

“Kita bersyukur angka partisipasinya meningkat dan semua dapat berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Diketahui, PSU tersebut dilakukan setelah ditemukan empat pemilih luar daerah yang melakukan pencoblosan tanpa melampirkan form C5.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending