Connect with us

Pemilu

Dinilai Provokatif, Spanduk ‘Sindiran’ untuk Prabowo-Sandiaga di Banten Ditertibkan Bawaslu

Published

on

Satpol PP Kota Serang ketika menertibkan salah satu spanduk ‘sindiran’ untuk Prabowo-Sandi di salah satu ruas jalan Kota Serang. (Mahyadi/BantenHits).

Serang- Sejumlah spanduk ucapan selamat untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno bertebaran di Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa, 22 April 2019

Spanduk yang diketahui dibuat oleh Aliansi Warga Banten Santai Tapi Menang bertindak itu bukan spanduk ucapan selamat biasa. Pasalnya beberapa pihak menilai spanduk tersebut merupakan sindiran dan mengandung unsur provokatif lantaran menyajikan tulisan dengan kata-kata yang multi tafsir.

Alhasil, spanduk dengan tulisan “Selamat Prabowo-Sandi, menang di Banten, tapi sayang ini pilpres bukan Pilgub,” itu pun di bredel petugas. 

Baca Juga: Real Count KPU Sebut Prabowo-Sandi Unggul di Banten, Spanduk ‘Sindiran’ untuk 02 Bertebaran

Bekerjasama dengan Satpol PP, Bawaslu Kota Serang bergerak menyisir beberapa titik yang dilaporkan terpasang spanduk tersebut. Meskipun dari sisi pelanggaran pemilu hal tersebut bukanlah pelanggaran.

“Karena pemasangan APK (Alat Peraga Kampanye) sudah selesai, itu spanduk dari masyarakat saja, dari sisi etik ada muatan provokatif,”kata Komisioner Bawaslu Kota Serang Rudi Hartono kepada awak media melalui Sambungan telepon, Selasa 23 April 2019.

Ia menghimbau kepada siapapun masyarakat kota Serang agar menjaga diri dengan tidak melakukan hal-hal provokatif yang menghangatkan suasana guna terwujudnya daerah yang kondusif dan pemilu damai.

“Kami secepatnya ambil tindakan terkait spanduk yang terpasang itu. Jangan sampai ini berlarut larut, kami menerima (laporan) ini sejak pagi,”katanya.

Sampai saat ini, sambung Rudi Bawaslu Kota Serang belum mengetahui siapa orang di balik pemasangan baliho yang dinilai provokatif.

“Yang masang tidak tau siapa, secepatnya di tertibkan, jadi mohon jaga dirilah jangan saling melakukan tindakan,”imbuhnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending