Connect with us

Pemilu

Polemik Quick Count; Burhanudin Muhtadi Dituding Terima Rp 450 Miliar, Direktur Konsepindo Ternyata Caleg Gagal Partai Golkar

Published

on

Direktur Utama Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman ketika menunjukan hasil quick count.

Tangerang – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dituding menerima Rp 450 miliar untuk mengatur hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 dengan memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Tudingan dilayangkan sejumlah akun media sosial, yakni dua akun Facebook, satu akun twitter, dan satu akun blog WordPress.

Terkait tudingan itu, Burhanuddin Muhtadi melaporkan pemilik empat akun media sosial ke Bareskrim Polri, Senin, 22 April 2019. Laporan itu atas dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik.

“Sejak kemarin saya diserang ribuan akun (media sosial) yang menuduh saya sebagai dalang quick count palsu yang ditayangkan di televisi dan menerima bayaran Rp 450 miliar,” kata Burhanuddin Muhtadi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 22 April 2019 seperti dilansir suara.com.

Memiliki Afiliasi Politik

Polemik quick count Pilpres 2019 muncul setelah sejumlah elit BPN Prabowo-Sandi menduga sejumlah lembaga survei memiliki afiliasi politik dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade bahkan menantang seluruh lembaga survei mempublikasikan sumber dana mereka atas pelaksanaan survei. Andre menilai seluruh lembaga survei mengisi ruang publik dengan kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

“Apakah mungkin Burhanudin Muhtadi (Direktur Eksekutif Indikator) mengeluarkan uang dari kantong pribadi dia sendiri? Apakah mungkin Hanta Yuda (Direktur Eksekutif Poltracking) ingin mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri? Pertanyaan saya dan juga pertanyaan seluruh rakyat Indonesia uang survei itu dari mana?” ujar Andre di Media Center BPN, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019 seperti dilansir merdeka.com.

BACA JUGA:  Meleset Jauh dari Hasil Quick Count, Ternyata Data C1 Sebut Prabowo-Sandi Menang Telak di Provinsi Ini

Dia menambahkan, selama tiga bulan terakhir sebelum masa pencoblosan 17 April, sejumlah lembaga survei seperti LSI Denny JA, Indikator, Poltracking, Saiful Mujani dan lembaga survei lainnya menyatakan selisih persentase suara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi yakni unggul 20 persen.

Namun di hari pencoblosan, selisih dari data tersebut menurut Andre tidak melampaui dua digit. Hal ini lah yang menurut Andre membuat pihak BPN mempertanyakan transparansi lembaga survei.

Petinggi BPN lainnya Sudirman Said bahkan mengungkit, hasil survei sejumlah lembaga yang meleset saat Pilkada DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pakar filsafat dan politik, Rocky Gerung menyindir lembaga survei yang kerap mengeluarkan survei memenangkan pasangan petahana Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai lembaga survei istana.

Rocky mengatakan fenomena ini karena ada kecemasan dari kubu petahana. Hal ini terutama pascakeluarnya rilis terbaru Litbang Kompas yang menyatakan Jokowi-Ma’ruf di bawah 50 persen.

Caleg Partai Golkar

Salah satu lembaga survei yang turut mengumumkan survei elektabilitas pasangan capres-cawapres adalah Lembaga Konsep Indonesia (Konsepindo Research and Consulting).

Berdasarkan penelusuran BantenHits.com, Veri Muchlis Arifuzzaman adalah caleg gagal Partai Golkar untuk DPRD Banten pada Pemilu 2014 lalu. Pada tahun tersebut, Veri juga tercatat sebagai Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Banten.

Di kalangan politisi dan jurnalis di Banten, nama Veri memang tak asing. Pria yang tinggal di Pamulang, Kota Tangsel ini dikenal loyalis Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang kini tengah dibui karena korupsi.

BACA JUGA: Politik Sebut Massifnya Rilis Hasil Survei Tanda Istana Cemas, Terungkap Direktur Lembaga Survei Ini Ternyata Caleg Gagal

Veri tak merespon upaya konfirmasi wartawan BantenHits.com Gerri Bermara yang meminta penjelasan soal kemungkinan terjadinya konflik kepentingan saat melakukan survei dengan latar belakangnya sebagai kader parpol.

Ali Irfan, asisten Veri merespon panggilan, namun dirinya mengaku tak memiliki kewenangan menjelaskan. Ali menyarankan untuk langsung menghubungi Veri.

Sekretaris DPD Golkar Banten Bahrul Ulum saat dikonfirmasi BantenHits.com lewat telepon selulernya menyebut, Veri Muchlis Arifuzzaman sudah tidak lagi menjadi pengurus DPD Golkar Banten sejak kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah.

“Beliau pernah ditawari (masuk pengurus) tapi menolak karena mau fokus sama dunia usaha,” ungkap Bahrul Ulum, Selasa, 26 Maret 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending