Connect with us

Pemilu

Tokoh Serukan Damai,  Spanduk Provokatif Mengejek Pasangan Prabowo-Sandi Malah Tersebar di Kota Serang

Published

on

Spanduk ejekan terhadap pasangan Prabowo-Sandi

Spanduk provokatif bernada ejekan untuk pasanganPrabowo-Sandi bertebaran di Kota Serang. KPU memastikan pemasang spanduk bisa dipidana dua tahun penjara. (Istimewa)

Serang – Pasca-Pemilu 2019, sejumlah komponen masyarakat Kota Serang menggelar silaturahmi dan menyatakan sikap untuk menciptakan situasi Kamtibmas Kota Serang yang aman, damai dan sejuk.

Silaturahmi digelar di Aula Polres Serang Kota,  Senin,  22 April 2019. Hadir dalam acara tersebut,  sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat,  di antaranya Haji Embay Mulya Syarif, Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi,  dan Dandim 0602/Serang Letkol Inf Erwin Agung.

“(Pemilu) selesai, mari kita menyatu membersihkan sisa-sisa kebencian yang ada untuk kembali menjalin masyarakat Kota Serang yang tentram aman, dan ini semua kebutuhan kita. Tanpa ketenangan, tanpa ketentraman mustahil kita bisa melakukan apapun di kota serang,” ujar Embay kepada awak media di Aula Polres Serang Kota, Senin 22 April 2019.

“(Hargai) proses penghitungan suara sampai dengan nanti diputuskan oleh KPU kalau tidak puas kan ada mekanisme lainnya ke MK,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi mengharapkan pasca Pemilu 2019 seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama tetap hidup damai.

“Berdampingan tidak saat seperti sebelum pemilu suhu agak tinggi namun sesudah Pemilu diharapkan perbedaan pendapat kan boleh tapi kita jangan pisahkan antara satu dan lain terutama antara kita dan penyelenggara dan kita dengan masyarakat kita dengan tokoh parpol dan para caleg,” papar Firman.

Ia memastikan sampai saat ini tidak ada ketegangan yang berarti di kalangan masyarakat, namun ia masih terus perhatikan ketegangan di media sosial.

“Ketegangan hanya saya lihat hanya di media sosial di internet namun saya lihat masyarakat kota Serang di kopi darat tidak ada masalah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Dandim 0602/Serang Letkol Inf Erwin Agung mengungkapkan perkembangan masyarakat selama ini semua aman.

“Menurut kami sejauh kita komitmen kalau di tingkat bawah itu sesuai yang dibicarakan Haji Embay ada istilah isbat dan bid’ah. Tapi kita tetap ada lembaga yang mengumumkan resminya dan kondisi kondusif tidak ada ketegangan, meski ada PSU,” pungkasnya.

Spanduk Provokatif Justru Tersebar

Namun sayang,  seruan tersebut tak sepenuhnya diikuti. Sekelompok orang di Kota Serang yang menamakan kelompok mereka Aliansi Warga Banten Santai Tapi Menang,  justru malah memasang spanduk provokatif yang bernada mengejek pasangan Prabowo-Sandi.

Spanduk berisikan tulisan “Selamat Prabowo-Sandi, menang di Banten, tapi sayang ini pilpres bukan Pilgub,” tersebar hampir di sejumlah lokasi di Kota Serang. 

Menanggapi hal ini Divisi hukum dan pengawasan Patrudin KPU Kota Serang menyampaikan pada pasal 550 undang-undang pemilu berisi, setiap pelaksana atau peserta kampanye yang terbukti mengakibatkan terganggunya tahapan pemilu akan dipidana 2 tahun penjara, sanksi uang 24 juta.

“Segala macam ucapan oleh tim boleh tapi dalam hal suasana bikin kisruh segala macam itu tidak di bolehkan,”ujar Patrudin temui di kantornya, Selasa 23 April 2019.

Menurutnya, Spanduk yang sudah banyak bertebaran tersebut dinilai Provokatif.

“Nah ini ranah temen Bawaslu sekiranya buat kegaduhan dan tidak kondusif, saya kira temen Bawaslu sudah koordinasi dengan tim TKN 01 dan BPN 02 di tingkatan daerah dan beberapa peserta pemilu,”paparnya.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

Trending