Connect with us

Pemilu

Form C1 Tercecer dan Kotak Suara Tak Tersegel, Bawaslu Didesak Beri Rekomendasi PSU di TPS Sindangsari Serang

Published

on

Mahasiswa yang tergabung kedalam AMPD menggelar aksi unjuk rasa meminta Bawaslu melaksanakan PSU di seluruh TPS desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran. (Mahyadi/BantenHits).

Serang- Sejumlah mahasiswa yang tergabung kedalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kampus UIN SMH Banten, Kamis, 25 April 2019.

Mereka berteriak menuntut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran. Menyusul adanya temuan form C1 yang tercecer dan kotak suara yang tidak tersegel.

“Ini tidak fair, hari ini yang di PSU kan hanya Pilpres nya saja. Sementara ada kotak suara legislatif yang juga tidak tersegel. Seharusnya semua diulang,”kata Koordinator Aksi, Muhammad Halabi dalam orasinya.

BACA :  Bawaslu Persilahkan Masyarakat Lapor Stiker Kampanye di Pintu Rumah

Semalam, lanjut Halabi, pihaknya sudah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp ke Ketua Bawaslu Kabupaten Serang.

“Jawabannya hanya suruh datang ke kantor,” sambung dia.

Mahasiswa melakukan temuan adanya formulir C1 yang tercecer dan kotak suara yang tidak tersegel sebelum diplenokan di Desa Sindangsari.

Adanya temuan itu, menurut Halabi, Bawaslu Kabupaten Serang tidak hanya merekomendasi KPU agar melakukan pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pilpres saja.

“Bawaslu harus menjaga marwah demokrasi. Bukan saja Pilpres yang seharusnya diulang, Pileg juga,”jelasnya.

Dari pantauan di lokasi pukul 11.00 WIB unjuk rasa disudahi. Setelah puas berorasi bergantian, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Viral, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak Sampai 3 Ribu di Papan Tabulasi KPU Lebak


Terpopuler