Connect with us

METROPOLITAN

DPMPD Minta Desa Sisihkan Anggaran untuk Mitigasi Bencana

Published

on

PENYELEWENGAN DANA DESA PULO PANJANG CILEGON Dana Desa di Kabupaten Serang Rp 120 M Pada 2019 Akan Disalurkan Melalui BPR

Ilustrasi Dana Desa. (Istimewa).

Pandeglang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa atau DPMPD Kabupaten Pandeglang meminta agar Dana Desa (DD) dapat di sisihkan untuk mitigasi bencana di masing-masing desanya.

Kepala DPMPD Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan sesuai Peraturan Mentri Desa (Permendes) nomor 16 tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan DD. Yang mana telah disebutkan, DD bisa digunakan untuk mitigasi bencana.

“Kita sudah menintruksikan agar DD dapat digunakan untuk kebencanaan, seperti banjir, kebakaran, longsor dan lainnya,” kata Taufik, Jum’at, 26 April 2019.

Menurut Taufik, Desa bisa menganggarkan kebencanaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing desa. Anggaran itu, baru dilaksanakan pada tahun 2019 ini.

“Ya baru di tahun ini, sudah dianggarkan oleh mereka. Ya boleh 10-20 juta dianggarkan, nanti kita pantau,” ujarnya.

Kendati demikian, dia menyebut tidak ada pelatihan khusus untuk masyarakat yang anggarannya dari DD. Hanya ia berharap agar pihak Kecamatan dapat memfasilitasi bila mana ada pelatihan kebencanaan dari BPBD.

“Nanti kalau ada BPBD, kemudian desa harus menyiapkan (Fasilitas),” tandasnya.

Untuk diketahui risiko bencana di Kabupaten Pandeglang ada di 48 desa yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang. Seperti Kecamatan Panimbang, Cigeulis, Cimanggu, Sumur, Cibitung, Carita, Cikeusik, Pagelaran, dan Sukaresmi. Risiko bencana tersebut meliputi tanah longsor, gempa bumi, banjir, sampai bencana tsunami.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending