Connect with us

METROPOLITAN

Kecanduan sejak 1990, Kakek di Cilegon Sehari Harus Konsumsi 10-12 Tablet Paramex Supaya Bisa Aktivitas

Published

on

Miing ketika menunjukan ribuan bungkus Paramex yang sudah dikonsumsinya sejak 29 tahun silam. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Cilegon- Warga Kampung Kapu Denok, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon tengah dibuat geger oleh sosok Acep Sumekar (55) yang ketagihan mengkonsumsi obat warung sejak tahun 90.

Keberadaan pria yang akrab disapa Miing ini ramai di kalangan masyarakat setelah diketahui memiliki pola hidup yang tak lazim. Miing ternyata seorang pecandu obat warung yang berkhasiat meredakan sakit kepala merek Paramex.

Sejak tahun 90, Miing rajin mengkonsumsi obat yang tergolong kategori obat generik itu. Bahkan Miing mampu mengkonsumsinya dalam setiap jam.

“Saya mengkonsumsi obat dari tahun 90 sampe dengan sekarang itu kurang lebih 29. Kalau sekarang kadang-kadang minimal 10 maksimal 12 tablet obat itu sejak tahun 2.000 ke sini, kalau tidak minum obat saya tidak bisa beraktifitas seperti biasanya dan merasakan kepala saya sakit,” ujar Miing, Jumat, 26 April 2019.

Anehnya, tak ada kelainan atau efek samping pada tubuh tua Miing, kakek dengan 3 orang anak dengan 1 cucu ini menganggap Paramex seperti nasi yang wajib dikonsumsinya setiap saat. Lantaran jika tidak, Miing akan merasakan sakit pada bagian kepala.

Miing juga menceritakan bahwa jika dirinya merasakan gejala sakit pada bagian kepalanya ia langsung meminum 2 butir obat sitiap 1 atau 2 jam sekali. Jika dirinya tidak mengkonsumsi obat itu maka akan terasa nyeri di kepala dengan jangka waktu yang lama.

“Tujuannya kalau saya mau pusing baru makan Paramex kalau nunggu pusing lama sembuhnya,” ujarnya.

“Tidak ada efek samping bahkan satu jam sekali saya sering minum,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending