Connect with us

Pemilu

Quick Count Hasil Pilpres di Bengkulu Meleset dari Real Count KPU, Faktor Ini Dijadikan Lembaga Survei untuk Kuatkan Argumen

Published

on

Pemilih di Kota Serang

Seorang warga sedang memasukan surat suara ke kotak suara di TPS 17 Kampung Kabul, Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Tangerang – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berhasil unggul dengan perolehan 585.521 suara ataun 50,13 persen, dibandingkan Jokowi-Ma’ruf yang memperoleh 582.564 atau 49,87 persen, berdasarkan real count KPU yang sudah mencapai 100 persen untuk provinsi ini, Sabtu, 27 April 2019.

Kemenangan capres-cawapres 02 di Bengkulu sontak membuat riuh jagat maya. Pasalnya, hasil real count KPU tersebut meleset dari hasil quick count seluruh lembaga survei yang menyebutkan pasangan 01 unggul dengan selisih mencapai 17 persen.

Selisih kemenangan Prabowo-Sandi dari Jokowi-Ma’ruf di Bengkulu berdasarkan real count, terpaut 2.957 suara dari jumlah 6.165 TPS di Bengkulu atau 0,26 persen.

BACA :  Mayoritas Pemilih Jokowi-Ma'ruf Tak Lulus SD, Prabowo-Sandi Dipilih Kalangan Terpelajar

Lalu apa penjelasan lembaga survei terkait ketidaksesuaian angka hasil real count KPU dengan quick count mereka?

Dikutip dari tribunnews.com, seluruh lembaga survei kompak menyebutkan soal margin of error (MoE) quick count mereka di Bengkulu yang mencapai 7 persen yang membuat hasil quick count berbeda dengan real count KPU.

Berikut hasil quick count sejumlah lembaga survei serta penjelasan mereka terkait perbedaan dengan real count KPU:

1. Poltracking

Lembaga yang dipimpin Hanta Yudha ini memperkirakan Jokowi-Ma’ruf akan menang dengan perolehan sebanyak 58,78 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 41,22 persen.

Analis Politik Poltracking Institute, Agung Baskoro menuliskan di twitter, ketika ditelusuri hasil quick count nasional yang dilakukan pihaknya sampai ke provinsi, maka margin of error-nya pun berbeda. Terlebih untuk provinsi yang populasinya kecil, yakni 0,76 persen dari jumlah TPS secara nasional.

BACA :  Jelang Sidang Putusan MK, Kendaraan Menuju Jakarta Via Gerbang Tol Sertim Diperiksa Polisi

Quick count nasional ktika ditelusuri ke provinsi sdh beda margin of error-nya. Terutama utk provinsi2 populasi kecil. Jmlah TPS bengkulu 0.76% dr Jumlah TPS scr nasional, dg MoE 9.65%.” cuit Agung.

2. Indo Barometer

Lembaga ini memperkirakan Jokowi-Ma’ruf mendapat 51,40 persen dan Prabowo-Sandi 48,60 persen. Bos Indo Barometer Burhanuddin Muhtadi mengatakan, perbedaan hasil quick count dan real count karena MoE di Bengkulu yang cukup besar yakni 7,32 persen.

Hal ini karena sampel yang dipakai Indikator sedikit. Burhanudin juga meminta, media seharusnya memberitakan secara lengkap lembaganya melaporkan margin of error per provinsi.

“Di Bengkulu misalnya, karena sampel sedikit, MoE +- 7,32%. Dgn prediksi 01 sekitar 52% vs 47% buat 02, jelas kami sebut di situ bahwa selisih antara keduanya tidak signifikan,” tulisnya.

BACA :  Bawaslu Banten Kewalahan Tertibkan APK Caleg Langgar PKPU

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler