Connect with us

METROPOLITAN

Selain Santunan Kematian, Jaminan Hidup Korban Tsunami di Pandeglang Juga Belum Cair

Published

on

Setelah Tsunami,  Sistem Peringatan Dini Baru Akan Dipasang Luhut Binsar Panjaitan di Sekitar GAK

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat mengunjungi korban tsunami di Carita, Pandeglang, Jumat, 28 Desember 2018. (Banten Hits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Tsunami Selat Sunda mengguncang Banten dan Lampung, 22 Desember 2019. Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten yang mengalami kerusakan paling parah dengan jumlah korban jiwa paling banyak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin, 31 Desember 2018 pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda mencapai 437 orang.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pandeglang paling parah terdampak tsunami. Tercatat korban meninggal dunia di wilayah ini paling banyak, yaitu 296 orang.

BACA JUGA: Jika Harus Bayar Massa, Maka Dana Kampanye di GBK Lampaui Donasi untuk Korban Tsunami

BACA :  PT Krakatau Bandar Samudera Tanam 500 Pohon Mangrove di Pesisir Pantai Cilegon  

Tsunami yang terjadi di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi di tanah air ini menyedot perhatian publik untuk beberapa saat. Sejumlah tokoh, seperti politisi, pejabat publik sekelas menteri ramai berkunjung ke lokasi memberikan bantuan langsung, serta menjanjikan santunan.

Kabupaten Pandeglang–Provinsi Banten dalam cakupan lebih luas–dalam peta politik elektoral sejak 2014 hingga 2019 ini merupakan salah satu basis suara Prabowo Subianto.

Pemilu 2019 telah usai, tsunami juga sudah empat bulan berlalu. Namun, ternyata sejumlah warga korban terdampak tsunami Selat Sunda di kawasan pesisir selatan Kabupaten Pandeglang belum menerima santunan bagi anggota keluarga mereka yang meninggal dunia. 

BACA JUGA: Duh! Sudah Empat Bulan Santunan Kematian Korban Tsunami yang Dijanjikan Puan Maharani di Pandeglang Belum Cair

BACA :  TPT di Labuan Pandeglang Ambrol Timpa Tiga Rumah Warga

Selain santunan kematian bagi anggota keluarga korban tsunami selat sunda yang meninggal dunia belum cair, ternyata masih ada santunan jaminan hidup untuk korban selamat yang saat ini belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat.

Padahal, bantuan jaminan hidup sangat dibutuhkan oleh para korban tsunami untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Mengingat, pasca-bencana yang terjadi pada 22 Desember 2019 lalu itu, banyak masyarakat pesisir pantai kehilangan harta dan pekerjaannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Tati Suwagiharti membenarkan bukan hanya santunan kematian yang belum cair. Namun, bantuan jaminan hidup juga sampai saat ini belum mendapat kepastian.

“Kita sudah lakukan verifikasi kelapangan, baik untuk santunan kematian maupun pemberian jaminan hidup,” kata Tati, Sabtu, 27 April 2019.

BACA :  Kepergok Mencuri, Karyawan Toko Sembako di Gading Serpong Dipolisikan Majikannya

BACA JUGA: Pernah Tolak Helikopter Prabowo Mendarat, Demokrat Ungkap Bupati Pandeglang Diam-diam Dukung Capres-cawapres 01

Bantuan jaminan hidup diberikan sebesar Rp10 ribu per orang setiap hari yang akan diberikan maksimal selama tiga bulan.

Di Kabupaten Pandeglang sendiri tercatat 1033 Kepala Keluarga (KK) mengalami kerusakan rumah. Akan tetapi, Dinas Sosial baru mengusulkan sebanyak 439 KK untuk mendapat bantuan.

“Kita usulkan memang baru 439 KK, karena persyaratannya cukup banyak. Dari 1033 Kepala Keluarga yang mengalami kerusakan rumah itu mendapatkan jaminan hidup dari pusat,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler