Connect with us

Pemilu

Sebut Pemilu 2019 Belum Selesai, Panglima TNI Tiba-tiba Perintahkan Ini ke Prajurit Kopassus

Published

on

Panglima TNI di Markas Kopassus

Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke Markas Grup 1 Kopassus, Serang. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Grup 1 Kopassus, Serang, Selasa 30 April 2019.

Di hadapan prajurit elit TNI ini, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala keberhasilan pelaksanaan tugas yang telah dipersembahkan oleh Grup 1 Kopassus. 

“Keberhasilan itu hendaknya tidak membuat kita terlena. Grup 1 hendaknya terus melatih dan membina prajuritnya, karena tantangan di masa mendatang tidak semakin ringan,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, Pemilu 2019 telah dilaksanakan dengan aman, damai, dan lancar, meski Banten sebelumnya telah di tetapkan oleh Bawaslu RI masuk dalam lima provinsi yang rawan selama pemilu 2019.

“Pemilu itu ini dinilai sebagai pemilu paling rumit di dunia. Bahkan Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara demokrasi dunia tidak mengenal sistem satu orang satu suara dalam pemilihan presidennya. Kita mendapat apresiasi dari banyak negara,” tegasnya.

BACA :  Laskar Syekh Nawawi Al Bantani Akan Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma'aruf Amin

Diakui panglima, prajurit Grup 1 Kopassus dalam pelaksanaan tugasnya mengamankan Pemilu 2019. Memang banyak hal yang harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. 

“Namun tugas TNI belum selesai karena tahapan Pemilu belum selesai. Saya perintahkan seluruh prajurit untuk tetap siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam rangka pengamanan tahapan selanjutnya,” harapnya.

Waspdai Ancaman

Ia mengintruksikan seluruh TNI harus mewaspadai ancaman terorisme dan separatisme. Hal yang tidak kalah penting dan sebetulnya harus melekat pada setiap diri prajurit di manapun dan kapanpun adalah pelaksanaan pembinaan teritorial. 

“Di situlah setiap prajurit TNI sesungguhnya memiliki tanggung jawab membina masyarakat terdekat, termasuk membangun kedewasaan dalam berdemokrasi,” terang Hadi.

Ia menyakini para prajurit Grup 1 Kopassus memiliki kedekatan dan hubungan yang erat dengan masyarakat Serang, khususnya provinsi Banten dan sekitarnya. 

BACA :  Beda Sikap Capres Merespon Fitnah; Jokowi Serukan Perlawanan, Prabowo Sarankan Balas dengan Kebaikan

“Gunakanlah kedekatan itu untuk membangun persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat. Perbedaan pilihan merupakan hak setiap warga negara tetapi bukan berarti harus terpecah dan saling memusuhi. Itulah sebabnya semboyan kita Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda namun tetap satu,” paparnya.

Di ujung sambutan, Panglima TNI mengingatkan, bahwa kekuatan TNI ada pada rakyat, dan TNI-lah yang menjadi pelindung dan pembela rakyat. 

“Karena itu tetaplah rendah hati dan berjiwa besar, dekat dan menyatu dengan rakyat. Jangan sekali-kali melakukan tindakan yang dapat membuat masyarakat sakit hati apalagi kemudian anti pati terhadap TNI,” harapnya.

Prajurit Cerdas

Dalam kunjunganya ia juga mengungkapkan sebagian besar diantara prajurit-prajurit ini adalah prajurit-prajurit muda. 

BACA :  Partai Berkarya: Di Kalangan Milenial Kepemimpinan Soeharto Terbaik

“Jangan mudah tersulut emosi. Bila ada permasalahan, selesaikan dengan baik, termasuk bila ada permasalahan dengan instansi lain,” terangnya.

Prajurit Kopassus harus semakin cerdas menyikapi revolusi industri 4.0. Terlebih saat ini penggunaan media sosial sangat tinggi. Banyak beredar informasi yang menjerumuskan di media sosial. Kecenderungan manusia sebagai warga pewarta (citizen journalist) menyebabkan orang menyebarkan berita tanpa konfirmasi.

Ditambah lagi pihak-pihak yang memang berniat membuat kegaduhan. Bahkan sudah tersedia software yang dapat merubah tampilan rekaman video orang dengan orang lain. 

“Artinya semakin maju teknologi, semakin mudah pula orang melakukan kejahatan, termasuk provokasi massa,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler