Connect with us

METROPOLITAN

Badak Jawa Mati, Pemkab Pandeglang Kecewa BTNUK Terkesan Menutupi

Published

on

Badak Jawa di TNUK

Foto-foto Badak bercula satu atau Badak Jawa yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. (FOTO: Dok.Banten Hits)

Pandeglang – Seekor Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) ditemukan tak bernyawa di wilayah Hutan Citadahan, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada 21 Maret 2019 lalu. Penemuan bangkai Badak itu pertama kali ditemukan oleh petugas patroli Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau BTNUK.

Kabar matinya spesies terakhir di Kabupaten Pandeglang tersebut tidak diketahui oleh pemerintah daerah, lantaran BTNUK tidak memberi tembusan. Pemkab Pandeglang menyebut, BTNUK terkesan menutupi kematian hewan yang menjadi ikon Kabupaten Pandeglang itu.

“Enggak (tahu) saya baru tahu ini (tentang kematian badak). Tapi saya turut berduka cita dan kecewa kepada BTNUK karena informasi mengenai kematian badak ini seolah ditutupi. Apalagi matinya sebulan yang lalu,” tegas Sekertaris Daerah Pemkab Pandeglang, Ferry Hasanudin, Selasa, 30 April 2019.

BACA :  Kanwil Kemenag Banten Salurkan Bantuan Rp 686 Juta untuk Korban Tsunami

BACA JUGA: Badak Jawa Kembali Ditemukan Mati di TNUK

Selain menjadi ikon Pandeglang, kata Ferry, badak yang berada Kawasan TNUK ini masuk dalam wilayah adminstrasi Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Semestinya segala sesuatu hal yang terjadi di dalamnya, BTNUK bisa memberikan informasi kepada bupati Pandeglang dan jajarannya.

“Iya selain jadi ikon Pandeglang, kawasan TNUK ini juga kan masuk ke dalam wilayah administrasi Pemkab Pandeglang, jadi seyogianya BTNUK memberi informasi kepada kami,” katanya.

Masih kata Ferry, BTNUK seharusnya lebih serius dalam melakukan penelitian terhadap penyebab kematian badak, karena menurutnya kematian badak ini semakin sering terjadi setiap tahunnya. 

“BTNUK seharusnya lebih serius melakukan kajian mengenai penyebab kematian badak ini, agar kejadian bisa diminimalisir,” tandasnya.

BACA :  Peringati World Clean Up Day 2019, Lintas Komunitas Ramai-ramai Bersihkan Sampah di Pulau Oar

Sementara Kepala BTNUK, Anggodo tidak bisa menyampaikan secara terperinci terkait kematian Badak Jawa itu. Karena kematian badak yang diberinama Manggala itu langsung ditangani Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Itu (Penyebab Kematian) semua ada di situ (pers realease KLHK) kalau saya nanti salah lagi menyampaikan, karena harus satu pintu. Mohon maaf. Tapi itu, bukan mati karena penyakit, atau karena benda tajam, mungkin karena di alam saja. Tapi saya tidak bisa menduga-duga, enggak bisa takut salah,” terangnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler